Sore itu, suasana di depan SRMA 1 Aceh Besar terasa hangat dan ramai. Berbeda dari hari-hari biasa. Di tepi jalan, sekelompok siswa dengan ceria menyambut pengendara yang melintas. Mereka membawa kotak berisi takjil, lalu membagikannya dengan senyum. Sungguh pemandangan yang menyentuh hati.
Rupanya, ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan di sekolah tersebut. Para siswa tidak bekerja sendirian. Mereka didampingi oleh guru, wali asuh, dan pengasuh asrama. Sejak siang, riuh rendah sudah terdengar dari dapur asrama. Mereka memasak bersama, menyiapkan berbagai menu takjil untuk dibagikan nanti.
Antusiasme masyarakat yang melintas pun langsung terlihat. Jerih payah anak-anak seolah terbayar lunas oleh senyum dan ucapan terima kasih. Salah seorang warga, Ahmad, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
"Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian anak-anak dan pihak sekolah. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat, khususnya bagi yang masih dalam perjalanan menjelang berbuka,"
Begitu kata Ahmad, Selasa (17/3/2026) lalu.
Di sisi lain, kebahagiaan juga dirasakan oleh para siswa sendiri. Seperti Abdul Qodir, yang mengaku mendapat pengalaman berharga.
"Saya merasa senang melihat masyarakat yang tersenyum saat menerima takjil tersebut. Ke depan saya akan berusaha untuk bisa lebih sering berbagi kepada orang banyak,"
Ujarnya penuh semangat.
Menjelang azan maghrib berkumandang, kegiatan belum usai. Semua orang kemudian berkumpul untuk mendengarkan tausiah tentang Nuzulul Qur'an yang disampaikan guru agama. Barulah setelah itu, buka puasa bersama dilaksanakan. Suasana kekeluargaan begitu kental, menyatukan siswa, guru, karyawan, dan pimpinan Sentra Darussa'adah.
Rizki Hawalaina, guru Bahasa Inggris yang bertindak sebagai ketua acara, punya maksud mendalam di balik kegiatan ini. Menurutnya, ini adalah media untuk menumbuhkan empati.
"Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat merasakan nikmatnya berbagi serta termotivasi untuk terus berbuat baik kepada banyak orang,"
Katanya. Ia juga menambahkan, acara yang digelar pada Senin (16/3) itu sekaligus jadi momen untuk mempererat silaturahmi di lingkungan sekolah dan asrama.
Apresiasi serupa datang dari pimpinan. Kepala SRMA 1 Aceh Besar, Ilza Satriadi, berharap kegiatan semacam ini bisa jadi tradisi tahunan.
"Kami berharap kegiatan yang penuh nilai kebersamaan dan kepedulian ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa,"
Harapnya. Sebuah sore di Aceh Besar itu pun berakhir dengan kenangan manis, jauh lebih berarti sekadar membagikan takjil.
Artikel Terkait
Canyoneering Air Terjun Sisundung Jadi Primadona Wisata Petualangan di Tapanuli Selatan
Pemprov DKI Gratiskan Tiket Masuk Tempat Wisata dan Transportasi Umum pada 22, 27, dan 28 Juni 2026
BMKG Catat 1.176 Gempa Susulan Pasca-Gempa M 6,7 di Sulteng, 2.335 Rumah Rusak
ASDP Kembangkan Pelabuhan Tanjung Uban di Bintan untuk Perkuat Konektivitas dan Gerbang Maritim Kepri