Jakarta, Senin (16/3/2026) – Laporan kinerja Adira Finance untuk awal tahun ini terbilang solid. Perusahaan pembiayaan itu mencatatkan angka penyaluran baru yang cukup gemuk: Rp8 triliun hingga Februari 2026.
Kalau dilihat dari komposisinya, segmen otomotif masih jadi andalan. Kontribusinya menguasai sekitar 70% dari total pembiayaan baru. Tapi, manajemen ternyata tak mau berpuas diri. Mereka terus mendorong diversifikasi portofolio agar bisnis tak bergantung pada satu sektor saja.
“Kami fokus kembangkan segmen pembiayaan multiguna,” ujar Sylvanus Gani, CFO Adira Finance.
Menurutnya, pembiayaan multiguna diproyeksi bakal meningkat pada kuartal pertama tahun ini. Momen Ramadan dan Lebaran jadi pendorong utamanya. Biasanya, kebutuhan masyarakat akan dana tunai melonjak untuk persiapan hari raya atau buat ongkos mudik.
Namun begitu, situasi eksternal tetap diawasi ketat. Gani menyebut perusahaan tak abai pada dinamika global, seperti kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi suku bunga dan inflasi. Hal-hal semacam itu pasti berdampak pada industri pembiayaan.
“Kami akan terus pantau perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi secara adaptif. Tujuannya jelas, menjaga pertumbuhan yang sehat,” tuturnya.
Di sisi lain, kualitas pembiayaan mereka terjaga dengan baik. Rasio NPF atau pembiayaan bermasalah tercatat stabil di kisaran 2%, angka yang masih di bawah rata-rata industri. Ke depan, upaya penjagaan akan terus dilakukan dengan manajemen risiko yang hati-hati.
Artikel Terkait
Pegadaian Fasilitasi Mudik Lebih dari 4.000 Pemudik Jelang Lebaran 2026
KPK Tahan Staf Khusus Eks Menag Yaqut Terkait Dugaan Pungli Kuota Haji
BI Proyeksikan Ekonomi Kuartal I 2026 Tumbuh 4,9-5,7%, Didorong Kuatnya Permintaan Domestik
Mercedes-Benz Siapkan 12 Titik Bengkel Siaga untuk Mudik Lebaran 2026