Adira Finance Salurkan Rp8 Triliun Pembiayaan Baru hingga Februari 2026

- Selasa, 17 Maret 2026 | 15:15 WIB
Adira Finance Salurkan Rp8 Triliun Pembiayaan Baru hingga Februari 2026

Jakarta, Senin (16/3/2026) – Laporan kinerja Adira Finance untuk awal tahun ini terbilang solid. Perusahaan pembiayaan itu mencatatkan angka penyaluran baru yang cukup gemuk: Rp8 triliun hingga Februari 2026.

Kalau dilihat dari komposisinya, segmen otomotif masih jadi andalan. Kontribusinya menguasai sekitar 70% dari total pembiayaan baru. Tapi, manajemen ternyata tak mau berpuas diri. Mereka terus mendorong diversifikasi portofolio agar bisnis tak bergantung pada satu sektor saja.

“Kami fokus kembangkan segmen pembiayaan multiguna,” ujar Sylvanus Gani, CFO Adira Finance.

Menurutnya, pembiayaan multiguna diproyeksi bakal meningkat pada kuartal pertama tahun ini. Momen Ramadan dan Lebaran jadi pendorong utamanya. Biasanya, kebutuhan masyarakat akan dana tunai melonjak untuk persiapan hari raya atau buat ongkos mudik.

Namun begitu, situasi eksternal tetap diawasi ketat. Gani menyebut perusahaan tak abai pada dinamika global, seperti kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi suku bunga dan inflasi. Hal-hal semacam itu pasti berdampak pada industri pembiayaan.

“Kami akan terus pantau perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi secara adaptif. Tujuannya jelas, menjaga pertumbuhan yang sehat,” tuturnya.

Di sisi lain, kualitas pembiayaan mereka terjaga dengan baik. Rasio NPF atau pembiayaan bermasalah tercatat stabil di kisaran 2%, angka yang masih di bawah rata-rata industri. Ke depan, upaya penjagaan akan terus dilakukan dengan manajemen risiko yang hati-hati.

Strateginya berlapis. Mulai dari memberikan pembiayaan yang sudah tersegmentasi sesuai profil risiko, memastikan kegiatan penagihan berjalan efektif, hingga menambah kapasitas karyawan di titik-titik tertentu yang dianggap krusial.

“Semua itu untuk memastikan operasional tetap optimal dan risiko kredit bisa ditekan,” jelas Gani.

Sementara itu, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan gambaran yang lebih luas. Industri multifinance secara keseluruhan menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp78,16 triliun pada Januari lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyebut angka itu didominasi oleh pembiayaan multiguna.

“Porsinya mencapai 47,47%,” katanya dalam lembar jawaban RDK OJK Februari 2026.

Secara nominal, pembiayaan multiguna menyentuh Rp37,10 triliun. Disusul oleh pembiayaan investasi sebesar Rp18,72 triliun, dan pembiayaan modal kerja senilai Rp17,04 triliun. Angka-angka ini menunjukkan di mana tren permintaan masyarakat sebenarnya bergerak.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar