Rabu siang itu, suasana di SRMA 10 Jakarta Selatan tiba-tiba ramai. Kedatangan rombongan khusus disambut yel-yel riuh dari para siswa. Ternyata, yang datang adalah Biantiningsih Djiwandono dan Maryani Djojohadikusumo kedua kakak Presiden Prabowo Subianto. Mereka tak datang sendirian. Turut hadir kakak ipar Prabowo, Soedrajad Djiwandono, plus beberapa kerabat dekat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan wakilnya, Agus Jabo Priyono, sudah menunggu di lokasi. Sambutannya hangat, langsung mencairkan suasana.
Kunjungan itu sendiri diawali dengan melihat-lihat aktivitas keterampilan siswa. Rombongan diajak berkeliling, menyaksikan langsung anak-anak yang sedang asyik membatik dan membuat aneka kerajinan tangan. Hasilnya? Jelas karya yang dibuat dengan ketelatenan luar biasa. Tak cuma itu, mereka juga diberi kesempatan menonton pentas seni yang disiapkan khusus.
Dan penampilan para siswa sungguh memukau. Dengan percaya diri, mereka memamerkan bakat beragam. Ada yang menyanyi dalam paduan suara, unjuk kebolehan pencak silat, menarikan tarian tradisional, bahkan berpidato menggunakan tiga bahasa asing sekaligus: Inggris, Arab, dan Mandarin. Antusiasme mereka terpancar jelas.
Gus Ipul kemudian mengajak tamu-tamu istimewa ini melihat fasilitas sekolah lebih jauh. Mereka blusukan ke asrama, ruang kelas, laboratorium, hingga kantin. Yang menarik, di sebuah kelas, Biantiningsih dan Maryani malah duduk di bangku siswa, mencoba merasakan langsung atmosfer belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi. Setiap murid punya laptop, sementara guru mengajar menggunakan smartboard.
Di sisi lain, kunjungan ke asrama memperlihatkan kehidupan yang tertib. Nuansa kekeluargaan juga terasa kental saat rombongan ikut serta dalam waktu makan snack sore. Mereka membaur. Soedrajad, Gus Ipul, dan Agus Jabo Priyono duduk semeja dengan dua siswa. Sementara kedua kakak presiden itu juga tak sungkan mengobrol santai dengan murid-murid lain. Di atas meja, tersaji susu, kue basah, dan buah jeruk sebagai teman berbincang.
“Semuanya terus terang sangat impresif, hebat sekali,” ujar Soedrajad.
Ia tampak yakin betul. Menurutnya, lulusan Sekolah Rakyat ini adalah calon-calon pemimpin masa depan yang potensial. Programnya mungkin baru dimulai, tapi fakta bahwa sudah ada lebih dari 160 titik Sekolah Rakyat di Indonesia adalah sebuah awal yang sangat menjanjikan.
“Sebagai orang tua, saya merasa aman bahwa generasi yang akan datang adalah orang-orang yang bisa dipercaya, memiliki kepribadian, dasar pendidikan, dan kepemimpinan yang kuat untuk melanjutkan estafet bangsa,” katanya lagi.
Menanggapi hal serupa, Gus Ipul menyebut perkembangan para murid dalam enam bulan terakhir memang positif. Sekolah berasrama yang digagas Prabowo ini rupanya memberi dampak nyata.
“Secara umum semuanya berjalan dengan baik. Anak-anak semakin percaya diri, kesehatannya membaik, dan motivasi belajarnya meningkat. Minat serta bakat mereka juga mulai terlihat,” jelas Gus Ipul.
Singkatnya, kunjungan itu bukan sekadar seremonial belaka. Mereka melihat, merasakan, dan kemudian percaya bahwa ada sesuatu yang sedang tumbuh di sana.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi