Komisi IX DPR Buka Alasan Rapat Bareng BGN Digelar Tertutup: Anggaran Belum Final

- Senin, 15 Juni 2026 | 19:30 WIB
Komisi IX DPR Buka Alasan Rapat Bareng BGN Digelar Tertutup: Anggaran Belum Final

Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya membuka alasan di balik keputusan untuk menggelar rapat kerja bersama Badan Gizi Nasional (BGN) secara tertutup. Rapat yang berlangsung di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (15/6/2026) itu sejatinya mengagendakan pembahasan program dan anggaran BGN untuk tahun 2027.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menjelaskan bahwa kebiasaan di komisinya memang selalu menutup rapat ketika membahas persoalan anggaran. Keputusan itu, menurut dia, diambil setelah berdiskusi dengan pihak BGN.

"Jadi tadi kita juga sempat menanyakan kepada teman-teman BGN apakah tetap melanjutkan seperti kebiasaan dan akhirnya kita putuskan untuk tertutup," kata Charles usai rapat tertutup tersebut.

Salah satu pertimbangan utama, lanjut dia, adalah bahwa anggaran tahun 2027 yang disajikan kepada Komisi IX bukanlah rancangan yang disusun oleh kepemimpinan BGN saat ini di bawah Nanik S Deyang. Anggaran yang dipaparkan merupakan pagu indikatif yang masih disiapkan oleh pengurus periode sebelumnya.

"Karena apa? Karena pagu anggaran indikatif yang saat ini disajikan adalah pagu anggaran indikatif yang disiapkan oleh pengurus lama, kepemimpinan lama," ujarnya.

Dalam rapat itu, BGN meminta waktu untuk menyusun ulang program yang akan dijalankan pada tahun 2027, termasuk menentukan jumlah penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Charles menegaskan bahwa anggaran yang belum final dan akurat lebih baik tidak disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di publik.

"Sehingga ya apapun anggaran yang akan ditampilkan bukan anggaran yang akurat, sehingga mungkin lebih baik tidak disampaikan secara terbuka daripada akhirnya menimbulkan berbagai mispersepsi," kata dia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar