Di tengah konflik yang berkecamuk di beberapa front, parlemen Israel akhirnya mengesahkan anggaran negara untuk tahun 2026. Tak tanggung-tanggung, ini jadi anggaran terbesar sepanjang sejarah mereka, dengan total mencapai 270 miliar dolar AS. Porsi terbesarnya? Tentu saja untuk pertahanan.
Alokasi militer melonjak drastis. Ada tambahan lebih dari 10 miliar dolar AS, yang membuat anggaran belanja pertahanan sekarang lebih dari dua kali lipat dibanding situasi sebelum perang Gaza di 2023. Sebuah peningkatan yang sangat signifikan, mencerminkan betapa gentingnya situasi yang mereka hadapi.
Belum cukup sampai di situ, pemerintah juga dikabarkan menyetujui dana darurat senilai 827 juta dolar AS. Dana ini khusus untuk pembelian perlengkapan militer yang mendesak. Media lokal sudah ramai memberitakannya.
Konfliknya sendiri memang kompleks. Israel dan sekutu utamanya, Amerika Serikat, sudah terlibat perang dengan Iran sejak akhir Februari 2026. Di front lain, invasi ke Lebanon selatan telah memicu perang dengan Hizbullah. Sementara itu, operasi militer di Gaza masih terus berjalan.
Trump dan Ambisi Minyak Iran
Di tengah semua ini, pernyataan Presiden AS Donald Trump justru menyita perhatian. Dalam wawancara dengan Financial Times, dia dengan blak-blakan menyebut keinginannya untuk "mengambil minyak di Iran."
"Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tapi beberapa orang bodoh di AS berkata: 'mengapa kamu melakukan itu?' Mereka itu orang bodoh," ujar Trump.
Pernyataannya ini muncul saat harga minyak dunia sedang melambung tinggi. Minyak acuan AS sudah tembus 100 dolar AS per barel, sementara Brent bahkan melampaui 115 dolar.
Trump tampaknya serius. Dia bahkan menyebut kemungkinan merebut Pulau Kharg, pelabuhan ekspor minyak vital Iran. "Mungkin kita ambil Pulau Kharg, mungkin tidak. Kita punya banyak opsi," katanya lagi.
Menurut laporan The Washington Post, Pentagon sendiri dikabarkan sedang menyiapkan rencana operasi darat di Iran yang bisa berlangsung berminggu-minggu. Meski begitu, belum jelas apakah rencana itu akan benar-benar dijalankan.
Dalam kesempatan terpisah, Trump juga berkomentar soal dampak perang. Dia menyatakan bahwa konflik AS-Israel ini sudah "pada dasarnya mengganti rezim" di Tehran, merujuk pada tewasnya sejumlah pemimpin senior Iran.
Artikel Terkait
Resbob Rencana Kuliah di Unpas dan Minta Maaf ke Gubernur Jabar Usai Sidang
Hyundai Kona Electric Buktikan Mobil Listrik Bisa Jadi Pilihan untuk Mudik
Kepala Otorita IKN Tegaskan Pembangunan dan Investasi Swasta Masih On the Track
Houthi Ancam Tutup Selat Bab el-Mandeb, Eskalasi Konflik dengan AS-Israel Meningkat