Pasar saham lagi bergejolak hebat pekan lalu. Tapi, justru di momen itu, seorang direktur BCA memutuskan untuk membeli. Lianawaty Suwono, salah satu direktur PT Bank Central Asia Tbk, ternyata melakukan pembelian saham BBCA senilai Rp2,1 miliar saat harganya sedang terpuruk.
Transaksi itu terjadi tepat pada Rabu, 28 Januari 2026. Saat itu, harga saham bank besar itu anjlok 6,33 persen. Lianawaty tak ragu, dia membeli 300.000 lembar saham dengan harga Rp7.025 per saham. Nilainya memang fantastis, mencapai miliaran rupiah.
Menurut keterbukaan informasi yang dirilis di akhir pekan, transaksi ini murni untuk investasi pribadi. Posisinya jelas: Lianawaty bukanlah pemegang saham pengendali perusahaan. Kepemilikan sahamnya bersifat langsung.
“Tujuannya untuk investasi,” begitu bunyi pernyataan resmi yang dirilis Jumat (30/1).
Dampaknya, kepemilikan sahamnya pun bertambah. Dari sebelumnya 2.840.417 saham (sekitar 0,0023%), kini naik menjadi 3.140.417 saham atau setara 0,0025% dari total saham beredar. Peningkatannya memang tipis secara persentase, tapi nilai nominalnya signifikan.
Latar belakangnya, kondisi pasar memang sedang tidak karuan. IHSG sempat dihentikan sementara (trading halt) selama dua hari berturut-turut karena koreksi yang dalam, lebih dari 8% pada 27-28 Januari. Saham BBCA ikut terseret. Pada Selasa (27/1), sahamnya turun 1,96% ke Rp7.500. Esoknya, Rabu (28/1), ia terjun lagi 6,33% persis ke level Rp7.025 harga yang dibeli Lianawaty.
Namun begitu, sentimen berbalik dalam dua hari berikutnya. Saham BBCA berhasil rebound. Naik 2,49% ke Rp7.200 pada Kamis, lalu menguat lagi 2,78% ke level Rp7.400 di penutupan Jumat. Sebuah pemulihan yang cukup melegakan.
Aksi beli direktur di saat harga jeblok ini tentu menarik perhatian. Di tengah kepanikan pasar, langkahnya bisa dilihat sebagai sinyal kepercayaan diri terhadap prospek perusahaan ke depan. Atau, ya, sekadar strategi investasi pribadi yang tepat waktu. Wallahu a'lam.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020