Pasar saham lagi bergejolak hebat pekan lalu. Tapi, justru di momen itu, seorang direktur BCA memutuskan untuk membeli. Lianawaty Suwono, salah satu direktur PT Bank Central Asia Tbk, ternyata melakukan pembelian saham BBCA senilai Rp2,1 miliar saat harganya sedang terpuruk.
Transaksi itu terjadi tepat pada Rabu, 28 Januari 2026. Saat itu, harga saham bank besar itu anjlok 6,33 persen. Lianawaty tak ragu, dia membeli 300.000 lembar saham dengan harga Rp7.025 per saham. Nilainya memang fantastis, mencapai miliaran rupiah.
Menurut keterbukaan informasi yang dirilis di akhir pekan, transaksi ini murni untuk investasi pribadi. Posisinya jelas: Lianawaty bukanlah pemegang saham pengendali perusahaan. Kepemilikan sahamnya bersifat langsung.
“Tujuannya untuk investasi,” begitu bunyi pernyataan resmi yang dirilis Jumat (30/1).
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak