Menag: NU Itu Keluarga Besar, Dinamika Internal adalah Hal Wajar

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:06 WIB
Menag: NU Itu Keluarga Besar, Dinamika Internal adalah Hal Wajar
Menag Uraikan Konsep Kekeluargaan NU

Menag Uraikan Konsep Kekeluargaan NU

Jakarta, Sabtu (31/1) – Dalam perhelatan akbar Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, suasana hangat dan penuh semangat terasa jelas. Di tengah kerumunan ribuan orang, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan sebuah analogi yang menarik.

Menurutnya, NU itu ibarat sebuah keluarga besar. Ya, keluarga. Di dalamnya tentu ada dinamika, ada perbedaan pendapat, dan berbagai macam warna. Tapi pada akhirnya, semua itu tetap berujung pada upaya menjaga kedamaian dan keutuhan.

"NU itu seperti keluarga besar. Di dalamnya penuh dengan dinamika, tetapi tetap menjadi keluarga sakinah,"

Nasaruddin Umar

Dia melanjutkan, ikatan kekeluargaan di tubuh organisasi Islam terbesar ini sangatlah kuat. Begitu kuatnya, sampai-sampai sekat antara "kita" dan "mereka" nyaris tak ada. Semua merasa bagian dari satu rumah yang sama.

"Di dalam NU tidak ada orang lain, bahkan orang lain pun menjadi orang dalam dalam lingkungan Nahdlatul Ulama,"

Dengan pondasi semacam itu, Nasaruddin optimis melihat masa depan NU. Dia yakin organisasi ini akan terus menjadi salah satu pilar penting bangsa.

"Karena itu, insyaallah NU ke depan tetap akan kita jadikan sebagai wadah kekuatan besar bangsa Indonesia ini,"

Pernyataan ini tentu punya konteksnya sendiri. Beberapa waktu belakangan, publik sempat diramaikan oleh dinamika internal di tubuh PBNU. Isu tentang permintaan mundur terhadap Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, sempat mencuat ke permukaan.

Namun begitu, pernyataan Menag di hari istimewa ini seakan menegaskan bahwa dinamika semacam itu adalah hal yang wajar. Layaknya keluarga, pasang surut hubungan adalah bagian dari proses. Yang penting, fondasi "kekeluargaan" itu sendiri tetap kokoh berdiri.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler