DPR dan Pemerintah Akan Bahas Utang Kereta Cepat Whoosh yang Capai Rp120 Triliun
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengumumkan bahwa parlemen bersama pemerintah akan segera menggelar rapat membahas masalah utang Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh.
Hal ini disampaikannya kepada media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (4/11).
Kajian Menyeluruh Utang Whoosh
Puan Maharani, yang merupakan legislator dari Fraksi PDI Perjuangan, menegaskan bahwa rapat ini bertujuan untuk memahami sikap resmi pemerintah dan kondisi keuangan negara terkait proyek tersebut.
Puan menekankan pentingnya pertemuan ini untuk memastikan tidak terjadi kerugian negara yang berlarut-larut dari proyek kereta cepat Whoosh.
Rincian Utang Kereta Cepat Whoosh
Diketahui, total beban utang proyek Whoosh mencapai 7,27 miliar dolar AS atau setara dengan Rp120,38 triliun (asumsi kurs Rp16.500).
Sebanyak 75 persen dari total pembiayaan proyek ini berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) dengan suku bunga 2 persen dan tenor pelunasan 40 tahun.
PT PSBI sebagai Penanggung Utang
PT. Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang merupakan konsorsium pengelola Whoosh, menjadi pihak yang menanggung utang transportasi cepat ini.
Konsorsium PSBI dipimpin oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan beranggotakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga, serta PT Perkebunan Nusantara I.
Artikel Terkait
Dudung Bantah Terlibat Susun Pidato Prabowo yang Dikritik Habib Rizieq
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo