Dugaan mark up pada proyek Whoosh yang dikaitkan dengan Jokowi dinilai berpotensi menjadi perkara pidana. "Jadi banyak faktor yang bisa menerangkan kenapa sekarang publik menganggap bahwa potensi Pak Jokowi dipidanakan itu sangat besar," tegas Rocky Gerung.
Penolakan Menkeu Bayar Utang Whoosh dengan APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersikap tegas menolak penggunaan APBN untuk membayar utang Whoosh sebesar Rp116 triliun. Menurutnya, KCIC yang berada di bawah BPI Danantara harus mampu membiayai utangnya sendiri.
Purbaya mengungkapkan dalam Media Gathering di Bogor, Jumat (10/10/2025): "Kalau ini kan KCIC di bawah Danantara, mereka sudah punya manajemen sendiri, punya dividen sendiri. Jangan kita lagi, karena kan kalau enggak ya semua kita lagi termasuk devidennya."
Ia menegaskan prinsip pemisahan tanggung jawab antara swasta dan pemerintah: "Jangan kalau enak swasta, kalau gak enak government. Saya pikir begitu ya."
Respons Diam Jokowi
Presiden Joko Widodo memilih untuk tidak memberikan komentar ketika ditanya mengenai utang kereta cepat Whoosh. Saat menghadiri acara Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM pada Jumat (17/10/2025), Jokowi hanya tersenyum dan meninggalkan area tanpa memberikan pernyataan apapun.
Ketika ditanya langsung oleh wartawan mengenai utang Whoosh, Jokowi terlihat berpikir sejenak, kemudian tersenyum dan meninggalkan sesi wawancara tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Artikel Terkait
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi
TPUA Soroti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Karakter Pengkhianat hingga Tudingan Layani Jokowi
Desakan Organisasi Pemuda: Erick Thohir Dinilai Gagal, Minta Kemenpora Dipisah