Suasana di kantor PBNU, Kamis siang itu, tampak berbeda. Setelah berbulan-bulan diwarnai ketegangan, akhirnya ada titik terang. Rapat Pleno yang dipimpin langsung oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar telah menghasilkan keputusan penting. Intinya? PBNU memutuskan untuk mengembalikan kepemimpinan organisasi ke tangan KH Yahya Cholil Staquf.
Keputusan ini tak muncul tiba-tiba. Ia merupakan pengukuhan resmi dari hasil Rapat Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, akhir Desember lalu. Rupanya, jalan musyawarah dan kebijaksanaan para sesepuh berhasil menemukan solusi.
“Iya betul. Kepemimpinan PBNU kembali ke formasi awal sebagaimana Keputusan Muktamar Ke-34 NU di Lampung,”
Demikian penegasan Katib Aam PBNU, KH Akhmad Said Asrori. Pernyataannya singkat, tapi punya bobot yang luar biasa. Ini sekaligus menandai berakhirnya babak ketidakpastian di tubuh organisasi Islam terbesar di tanah air itu.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir