Di apartemen almarhumah selebgram Lula Lahfah, polisi menemukan barang yang mengundang perhatian: tabung berisi dinitrogen oksida atau N2O. Temuan ini langsung memantik peringatan keras dari aparat. Mereka mengimbau masyarakat agar jangan sekali-kali menyalahgunakan gas jenis ini.
Menurut Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim, Kombes Zulkarnain Harahap, ada pemahaman yang keliru dan berbahaya beredar di masyarakat. Banyak yang mengira gas N2O sering dijual dalam tabung merk ‘Whip Pink’ itu aman-aman saja. Alasannya, gas ini dipakai di dunia medis, efeknya singkat, dan tidak bikin ketagihan.
“Pemahaman tersebut keliru dan berisiko tinggi,” tegas Zulkarnain dalam konferensi pers di Polres Jaksel, Jumat (30/1/2026).
“Penggunaan gas N2O bisa menimbulkan risiko serius terhadap tubuh.”
Dia menjelaskan, pihaknya kini sedang berkomunikasi intens dengan sejumlah instansi, seperti Kemenkes dan BPOM. Tujuannya, merumuskan langkah hukum yang tepat untuk mengatur produksi, peredaran, hingga penyalahgunaan N2O. Dengan begitu, penerapan UU Kesehatan No. 17 tahun 2023 bisa lebih efektif. Bahkan, upaya untuk memasukkannya ke dalam lampiran UU Narkotika juga sedang digodok.
Maka dari itu, imbauannya jelas: jangan coba-coba. Risikonya bukan main, bisa berujung pada hilangnya nyawa.
“Kami mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak menggunakan nitrogen oksida atau N2O atau Whip Pink dengan tujuan mencari euforia,” tuturnya.
“Ini demi kesehatan dan keselamatan jiwa mereka sendiri.”
Sebelumnya, seperti diberitakan, tabung Whip Pink itu ditemukan dalam proses penyelidikan kematian Lula. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menggambarkan saat jenazah ditemukan.
“Saudari LL tergeletak terbujur kaku sendirian di dalam kamar. Kami pun segera melakukan penyelidikan untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Soal asal-usul tabung gas itu, polisi masih mendalami. Mereka bekerja sama dengan Puslabfor Mabes Polri untuk menelusuri jejaknya. Perekaman CCTV di apartemen juga sedang diperiksa tim penyidik.
“Kami terus menelusuri dari mana tabung tersebut berasal. Alhamdulillah, dari Puslabfor kami sudah mendapatkan pembandingnya,” kata Iskandarsyah.
Investigasi terus berlanjut, sementara pesan agar gas itu tidak disalahgunakan bergema semakin kencang.
Artikel Terkait
PLN Pastikan Listrik di Depok Kembali Normal Usai Pemadaman Akibat Pemeliharaan Jaringan
13 Federasi Sepak Bola Protes Keras Komentar Ceferin yang Anggap Laga Kualifikasi Piala Dunia Tidak Menarik
Pemkab Bekasi Petakan Lima Kecamatan Rawan Kekeringan, Antisipasi Gagal Panen di Musim Kemarau
Mendagri Tito Tinjau Langsung Bantuan Perbaikan Rumah Warga di Tambora Jakarta Barat