MAKASSAR – Ada angin segar buat skuat PSM. Klub kebanggaan Makassar itu baru saja mendatangkan pemain baru, dan yang menarik, ada yang berasal dari luar negeri.
Nama Luka Cumic kini sudah terdaftar resmi di situs I.League. Artinya, striker asing itu sudah sah berseragam Pasukan Ramang dan siap untuk turun lapangan. Para suporter tentu menunggu-nunggu, berharap pemain baru ini bisa langsung memberikan dampak.
Harapannya sih sederhana: meningkatkan produktivitas gol. Selama ini, PSM terlihat sangat bergantung pada Alex Tanque. Striker asal Brasil itu memang sedang on-fire, jadi topskor sementara dengan enam gol dan tiga assist. Tapi, satu pemain saja jelas tidak cukup.
“Kita berharap striker asing yang baru ini bisa memberikan warna berbeda. Soalnya, dalam beberapa musim terakhir PSM memang kekurangan striker tajam. Makanya, sering kesulitan mencetak gol,” ujar Noeryana Syaputra, salah satu suporter.
Kalau dilihat dari catatannya di klub sebelumnya, Radnik Bijeljina di Bosnia, statistik Luka Cumic mungkin tidak terlalu mencolok. Dari 18 pertandingan, dia hanya mencetak empat gol dan satu assist.
Angkanya kurang lebih satu gol setiap empat pertandingan, atau persentase gol sekitar 22%. Tapi, jangan buru-buru pesimis. Di usianya yang masih 24 tahun, masih ada ruang besar untuk berkembang. Apalagi di bawah asuhan Tomas Trucha, banyak yang yakin dia bisa lebih tajam.
“Mudah-mudahan bagus, ya. Ini kan pemain pilihan pelatih. Dengan usia masih muda dan pelatih yang tepat, semoga dia bisa berkembang dan bantu tim naik ke papan atas,” harap Noeryana lagi.
Persaingan yang Sehat
Di sisi lain, kedatangan pemain baru ini menciptakan persaingan yang lebih ketat. Menurut pengamat sepak bola Syamsuddin Umar, situasi seperti ini justru bagus untuk klub. Atmosfer kompetisi akan memacu setiap pemain untuk tampil maksimal demi mendapatkan tempat di tim utama.
“Tentu dengan banyak pemain di posisi yang sama, akan memberikan dampak bagus. Pemain pasti bersaing untuk menjadi yang terbaik,” kata Syamsuddin.
Sebagai mantan pemain dan pelatih PSM, dia paham betul dinamika di dalam tim. Menurutnya, stok pemain yang banyak memudahkan pelatih dalam merotasi skuad, terutama jika ada pemain yang kondisi fisiknya tidak prima.
“Dalam sepak bola, nggak ada pemain yang terus-terusan jadi pilihan utama. Pasti ada waktunya dirotasi. Jadi semakin banyak pemain, pelatih lebih mudah menentukan pilihan, apalagi kalau ada yang tidak 100% fit,” ungkapnya.
Persib Datangkan Masa Depan
Sementara itu, di Bandung, Persib justru mengambil langkah berbeda. Mereka merekrut pemain muda, Dion Markx, yang baru berusia 20 tahun. Pelatih Bojan Hodak memujinya tinggi.
Rekrutan ini agak mengejutkan karena sama sekali tak ada rumor sebelumnya. Dion, pemain diaspora hasil naturalisasi, disebut-sebut sebagai investasi jangka panjang untuk Pangeran Biru. Dia didatangkan bersama Layvin Kurzawa di bursa transfer paruh musim ini.
“Dion masih muda. Dia cukup bagus dalam mengontrol bola, tetapi secara defensif dia masih perlu ditingkatkan,” kata Bojan Hodak.
“Dia cukup tinggi, jadi perlu sedikit perbaikan. Tapi dia masih muda, jadi ada masa depan,” tambahnya.
Hodak menegaskan, rencana Persib bukan untuk jangka pendek. Dion Markx diharapkan bisa menjadi andalan tim di masa yang akan datang.
“Kami tidak membawanya untuk minggu ini, kami membawanya untuk masa depan. Jadi, kita lihat bahkan hari ini ada enam pemain muda yang berlatih. Ini semua adalah masa depan Persib,” jelasnya.
Kehadiran Dion melengkapi daftar pemain muda Persib yang mulai mendapat tempat. Sebut saja Fitrah Maulana, Kakang Rudianto, Zulkifli Lukmansyah, Robi Darwis, hingga Nazriel Alfaro. Mereka sudah mulai rutin masuk skuad, bahkan ada yang sudah debut.
“Saya memiliki lebih banyak pilihan sekarang. Ini bagus karena tidak hanya itu yang ada sebelumnya. Ketika musim dimulai, pada dasarnya kita hanya memiliki Kakang dan Robi,” pungkas Hodak.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares