Malam Sabtu (31/1) di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal rencana investasi dana pensiun dan asuransi. Intinya, dia mau dorong lembaga-lembaga ini untuk lebih berani masuk ke pasar saham. Soalnya, pemerintah baru saja menaikkan batas maksimal investasi mereka dari 8 persen jadi 20 persen. Kebijakan ini salah satu respons atas protes MSCI terhadap pasar modal kita.
Namun begitu, tampaknya realisasinya belum sesuai harapan. Purbaya mengaku akan mengecek langsung hambatan yang dihadapi para pengelola aset tersebut.
"Saya akan ngecek dengan mereka, kenapa atau bisa nggak mereka tingkatkan ke bursa saham. Karena kan ke depan kan manajemennya akan lebih bagus bursa kan," ujar Purbaya.
Dia menjelaskan, tujuan utama kebijakan ini sebenarnya untuk menambah likuiditas di pasar modal. Tapi, niatnya bukan asal masuk. Purbaya tampaknya cukup hati-hati. Dia ingin penempatan dana itu fokus ke saham-saham yang solid, terutama yang masuk dalam indeks LQ45.
"Kita harapkan manipulasi pasar yang berlebihan atau goreng-gorengan bisa dikurangi semaksimal mungkin. Jadi saya enggak mau melepaskan asuransi ke pasar yang manipulasi. Itu akan diperbaiki semuanya," lanjut dia.
Jadi, skemanya jelas. Iya, batas investasi dinaikkan. Tapi sekaligus dibatasi koridornya. "Kita akan bebaskan lagi ke 20 persen, tapi di saham-saham yang tidak goreng-gorengan. Mungkin untuk pertama kita batasi di LQ45," tambah Menkeu. Langkah ini diharapkan bisa menciptakan pasar yang lebih sehat, sekaligus menjawab kekhawatiran investor global.
Artikel Terkait
Saham Grup Barito Kompak Melesat, BRPT Tembus ARA Usai Laba Melonjak 803 Persen
Rupiah Terperosok ke Rp17.424 per Dolar AS Imbas Eskalasi Konflik AS-Iran
Pizza Hut Indonesia Bagikan Dividen Rp5 Miliar, Rp1,66 per Saham
Defisit APBN Tembus Rp240 Triliun di Kuartal I 2026, Melonjak 130 Persen Dibanding Tahun Lalu