Personel Secret Service Amerika Serikat melumpuhkan seorang pria bersenjata di kawasan dekat National Mall, Washington DC, pada Senin, 4 Mei 2026, yang memicu penguncian sementara di area Gedung Putih. Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah iring-iringan kendaraan yang membawa Wakil Presiden JD Vance melintas, namun pihak berwenang menegaskan bahwa Wakil Presiden tidak menjadi sasaran dalam insiden tersebut.
Wakil Direktur Secret Service, Matthew Quinn, menjelaskan bahwa petugas mengidentifikasi seorang pria mencurigakan yang diduga membawa senjata api. Saat hendak diamankan, pria tersebut melarikan diri dan kemudian melepaskan tembakan. Personel Secret Service langsung merespons dengan tembakan balasan yang mengenai pelaku. Tersangka kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, meskipun kondisi terkini belum diumumkan secara rinci.
Dalam insiden itu, seorang anak yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami luka ringan. Sementara itu, Gedung Putih sempat diberlakukan lockdown singkat sebagai langkah antisipasi guna memastikan situasi tetap terkendali.
Menurut keterangan resmi, kejadian berlangsung di sekitar persimpangan Jalan 15 dan Independence Avenue, salah satu kawasan vital di pusat ibu kota Amerika Serikat. Departemen Kepolisian Washington DC turut membantu pengamanan di lokasi dan memastikan area telah aman. Sejumlah ruas jalan sempat ditutup selama beberapa jam, dan masyarakat diminta menjauhi area tersebut selama proses penyelidikan berlangsung.
Para pejabat juga mengungkapkan bahwa pengamanan di kawasan tersebut memang tengah ditingkatkan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menyusul insiden penembakan terpisah yang terjadi pada acara terkait Asosiasi Koresponden Gedung Putih beberapa waktu lalu.
Artikel Terkait
Samuel Morse Mendapatkan Paten Telegraf pada 20 Juni 1840, Cikal Bakal Revolusi Komunikasi Global
PKS Hormati Pilihan Politik PDIP, Nilai Keberadaan di Luar Pemerintahan Sah dan Baik untuk Demokrasi
Wapres Gibran Prioritaskan Revitalisasi Sekolah di Wilayah 3T Usai Dengar Keluhan Warga Ende
Trump Teken Nota Damai dengan Iran, Dikecam Kader Partainya Sendiri