Rupiah Terperosok ke Rp17.424 per Dolar AS Imbas Eskalasi Konflik AS-Iran

- Selasa, 05 Mei 2026 | 16:20 WIB
Rupiah Terperosok ke Rp17.424 per Dolar AS Imbas Eskalasi Konflik AS-Iran

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali terperosok pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah 0,17 persen ke level Rp17.424 per dolar AS, melanjutkan tren negatif yang dipicu oleh memanasnya kembali situasi geopolitik di Timur Tengah.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah tidak terlepas dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Teluk. Kedua negara baru-baru ini melancarkan serangan baru yang langsung berdampak pada jalur vital perdagangan energi dunia. Situasi ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan upaya baru untuk membuka akses bagi kapal tanker dan kapal lain yang terjebak di jalur tersebut.

“Kenaikan ketegangan tersebut secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (5/5/2026).

Menurut laporan yang dihimpun, Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan enam kapal militer kecil Iran selama pertempuran di selat tersebut. Ketegangan semakin meningkat setelah Iran menargetkan infrastruktur di Uni Emirat Arab, termasuk terminal minyak di pelabuhan Fujairah. Guncangan energi yang terjadi kemudian menambah tekanan pada bank sentral global, khususnya Federal Reserve (The Fed), untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang terus naik turut menekan logam mulia dan aset berisiko lainnya. Sementara dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal I 2026. Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV tahun lalu tercatat sebesar Rp6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku, dan Rp3.447,7 triliun atas dasar harga konstan.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa pergerakan rupiah masih akan fluktuatif pada perdagangan berikutnya. Mata uang Garuda diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.420 hingga Rp17.460 per dolar AS, dengan potensi tekanan masih berasal dari faktor eksternal yang belum mereda.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar