JAKARTA – Akhirnya terkuak juga, momen-momen genting sebelum Lula Lahfah dinyatakan meninggal. Kronologi lengkapnya dibeberkan langsung oleh dokter yang memeriksanya di tempat kejadian, dr. Rizki Nirwandhi Putra dari Mardhiyah Medical Clinic. Ia menjelaskan detik-detik saat nyawa selebgram itu tak lagi bisa diselamatkan.
Klarifikasi ini ia sampaikan di Polres Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026) lalu. Waktu itu, publik sudah ramai berspekulasi soal penyebab kematian Lula, ditambah polemik seputar surat kematian yang beredar. Lantas, apa sebenarnya fakta yang dilihat dokter di lokasi?
Di awal pernyataannya, dr. Rizki mengaku sengaja lama memilih diam. “Izinkan saya di sini mengklarifikasi isu-isu yang beredar,” ujarnya.
“Sebelumnya saya menghormati proses yang berjalan di kepolisian, sehingga saya menahan diri untuk menyampaikan informasi apa pun terkait dengan kematian Lula Lahfah.”
Menurut penuturannya, segalanya berawal pada Jumat, 23 Januari 2026. Sekitar pukul 18.50 WIB, ia mendapat panggilan layanan home care untuk memeriksa seorang pasien di sebuah apartemen mewah di Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Dua puluh menit kemudian, ia tiba. Beberapa rekan dan pasangan Lula sudah menunggu di lobi, lalu mereka naik bersama ke lantai 25.
Begitu masuk unit, suasana sudah dipenuhi aparat. Dokter Rizki langsung diminta memeriksa Lula yang terbaring tak sadarkan diri. Ia pun segera bertindak.
“Saya diminta segera melakukan pemeriksaan. Kondisi almarhumah sudah tidak sadar,” katanya. Ia lalu memeriksa denyut nadi, jantung, pergerakan napas, tekanan darah, suhu, dan tanda vital lain.
Artikel Terkait
Kenes Lalita: Dari Jahitan Ibu untuk Anak, Hingga Merambah Pasar Digital
Selebgram Fuji Ungkap Luka Batin Lebih Dalam dari Kerugian Miliaran
Kevin Germanier Sulap Sisa LVMH Jadi Mahakarya Haute Couture di Paris
Syaban Tiba, Saatnya Menggenjarkan Sholawat untuk Raih Syafaat