Benzema Mogok Latihan, Kontrak Gratis Picu Krisis di Arab Saudi

- Jumat, 30 Januari 2026 | 18:30 WIB
Benzema Mogok Latihan, Kontrak Gratis Picu Krisis di Arab Saudi
Benzema dan Masa Depan yang Suram di Arab Saudi

Spekulasi tentang Karim Benzema di Arab Saudi kini bukan lagi sekadar isapan jempol. Sang striker Prancis itu baru-baru ini menolak untuk turun bermain saat Al-Ittihad menghadapi Al Fateh. Keputusan ini, tentu saja, langsung memicu badai rumor. Masa depannya di Liga Pro Saudi tiba-tiba terlihat sangat suram.

Ini bukan soal cedera atau alasan teknis belaka. Menurut kabar yang beredar, Benzema dengan tegas menyampaikan ke manajemen bahwa dia tak mau masuk skuad untuk laga Kamis (29/1) itu. Alhasil, Al-Ittihad cuma bisa meraih hasil imbang 2-2. Hasil yang, jujur saja, semakin menunjukkan betapa mereka kehilangan sosok penyerang utamanya.

Kedatangannya ke Al-Ittihad pada musim panas 2023 dulu dirayakan besar-besaran. Setelah 14 tahun gemilang di Real Madrid, sang pemenang Ballon d’Or itu diharapkan menjadi motor ambisi sepak bola Saudi. Tapi, baru dua musim? Segalanya sudah berantakan. Kontraknya tinggal tersisa beberapa bulan, hingga Juni mendatang.

Performa tim sendiri sedang tak bagus-bagus amat. Dari 18 laga, mereka cuma bertengger di peringkat enam. Ketidakhadiran Benzema di laga terakhir itu seperti mempertegas ada yang tak beres. Tanpa dia, serangan Al-Ittihad terasa datar dan kehilangan arah. Isu konflik internal pun kian santer.

Lalu, apa akar masalahnya? Semuanya berpusat pada kontrak. Jurnalis transfer ternama, Fabrizio Romano, mengungkapkan bahwa Benzema merasa sangat kecewa dengan proposal perpanjangan dari klub.

"Karim Benzema menerima proposal kontrak baru dari Al-Ittihad yang bukan seperti yang dia harapkan. Benzema merasa janji-janji yang datang dari klub sejak musim panas lalu berbeda dengan janji-janji terkait kontrak baru," jelas Romano.

Rupanya, tawaran itu dinilai tak masuk akal. Klub mengusulkan skema perpanjangan yang baru berlaku setelah Juni 2026. Namun, dalam periode itu, Benzema dikabarkan tak akan dapat gaji tambahan hanya dibayar untuk hak citranya saja. Intinya, dia dianggap bermain hampir "gratis".

"Jadi, inilah struktur kontrak baru yang diusulkan oleh Al-Ittihad. Karim Benzema tidak akan menerima solusi ini. Jadi, yang terjadi adalah Benzema dalam 24 jam terakhir menyampaikan bahwa dia tidak ingin menjadi bagian dari skuad untuk pertandingan ini," papar Romano lebih lanjut.

Padahal, kontribusinya di lapangan tak bisa dipandang sebelah mata. Musim lalu, dia cetak 21 gol dan bikin 9 assist, bawa Al-Ittihad jadi juara. Musim ini pun, meski tim sedang berantakan, dia masih menyumbang 16 gol. Kemampuannya jelas masih tajam.

Di sisi lain, statusnya sebagai salah satu pemain bergaji tertinggi ketiga di dunia justru jadi bumerang. Benzema dikabarkan merasa "tidak dihargai". Saat ini, dia berlatih terpisah dari skuad utama, sambil mempertimbangkan langkah berikutnya.

Jika situasi ini tak menemui jalan keluar, musim panas nanti kita mungkin menyaksikan salah satu eksodus besar. Benzema bisa pergi dengan status free agent. Kepergiannya bukan cuma pukulan buat Al-Ittihad, tapi juga tamparan keras bagi proyek megah sepak bola Arab Saudi yang dulu begitu percaya diri menyambutnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar