Rupanya, tawaran itu dinilai tak masuk akal. Klub mengusulkan skema perpanjangan yang baru berlaku setelah Juni 2026. Namun, dalam periode itu, Benzema dikabarkan tak akan dapat gaji tambahan hanya dibayar untuk hak citranya saja. Intinya, dia dianggap bermain hampir "gratis".
"Jadi, inilah struktur kontrak baru yang diusulkan oleh Al-Ittihad. Karim Benzema tidak akan menerima solusi ini. Jadi, yang terjadi adalah Benzema dalam 24 jam terakhir menyampaikan bahwa dia tidak ingin menjadi bagian dari skuad untuk pertandingan ini," papar Romano lebih lanjut.
Padahal, kontribusinya di lapangan tak bisa dipandang sebelah mata. Musim lalu, dia cetak 21 gol dan bikin 9 assist, bawa Al-Ittihad jadi juara. Musim ini pun, meski tim sedang berantakan, dia masih menyumbang 16 gol. Kemampuannya jelas masih tajam.
Di sisi lain, statusnya sebagai salah satu pemain bergaji tertinggi ketiga di dunia justru jadi bumerang. Benzema dikabarkan merasa "tidak dihargai". Saat ini, dia berlatih terpisah dari skuad utama, sambil mempertimbangkan langkah berikutnya.
Jika situasi ini tak menemui jalan keluar, musim panas nanti kita mungkin menyaksikan salah satu eksodus besar. Benzema bisa pergi dengan status free agent. Kepergiannya bukan cuma pukulan buat Al-Ittihad, tapi juga tamparan keras bagi proyek megah sepak bola Arab Saudi yang dulu begitu percaya diri menyambutnya.
Artikel Terkait
Malik Risaldi dan Jejak Sananta yang Mulai Terlihat di Surabaya
Ragnar Oratmangoen: Pintu Transfer ke Persebaya Mulai Terbuka?
Duel Sengit Indonesia di Semifinal Thailand Masters, Tiga Tiket Final Sudah Di Kantong
Babak Play-Off Liga Champions: Jalan Berduri Menuju 16 Besar