Delcy Rodriguez, Presiden Interim Venezuela, punya pesan jelas untuk Amerika Serikat. Dia menginginkan hubungan yang lebih baik, tapi dengan syarat: harus seimbang dan penuh rasa hormat. Kedua belah pihak, tegasnya, perlu saling menghargai.
“Kami menganggapnya sebagai prioritas untuk bergerak menuju hubungan yang seimbang dan menghormati antara AS dan Venezuela,” ujar Rodriguez, yang juga menjabat Wakil Presiden di era Maduro, dalam pernyataannya Senin lalu.
Tak cuma kritik, dia juga menyodorkan ajakan. “Kami menyampaikan undangan kepada pemerintah AS untuk bekerja sama dalam agenda kerja sama yang bertujuan untuk pembangunan bersama,” imbuhnya.
Namun begitu, situasi di lapangan justru memanas. Aksi militer AS pekan lalu benar-benar mengubah segalanya. Operasi besar-besaran itu berujung pada penangkapan Nicolas Maduro di dini hari yang sunyi, Sabtu (3/1). Pasukan AS dikabarkan menyerbu lebih dulu, lalu membawa mantan presiden itu bersama istrinya, Cilia Flores, ke wilayah Amerika.
Bagi Washington, Maduro adalah pemimpin yang tak sah. Presiden Donald Trump sendiri sudah berbulan-bulan memberi tekanan, mendesak Maduro lengser dari kekuasaan. Tuduhannya berat: Trump menyebut Maduro bersekongkol dengan kartel narkoba dan bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS akibat obat-obatan terlarang.
Operasi militer AS sebenarnya sudah berjalan sejak September tahun lalu. Menurut data, lebih dari 100 orang tewas dalam setidaknya 30 serangan terpisah. Sasaran mereka adalah kapal-kapal yang dicurigai menyelundupkan narkoba dari perairan Venezuela. Tapi aksi ini bukannya tanpa kontroversi. Banyak pengamat hukum, baik di dalam maupun luar AS, berpendapat bahwa serangan-serangan semacam itu kemungkinan melanggar hukum internasional. Bahkan hukum AS sendiri.
Jadi, di satu sisi ada ajakan berdamai dari Caracas. Di sisi lain, realitas konflik justru semakin dalam. Tanggapan AS terhadap undangan Rodriguez ini tentu akan jadi penentu arah hubungan kedua negara yang sudah sangat rusak ini.
Artikel Terkait
Polres Sragen Masih Selidiki Pembunuhan Bocah 11 Tahun di Rumah Sendiri
Polisi Masih Dalami Petunjuk di TKP Pembunuhan Bocah 11 Tahun di Sragen, Pelaku Belum Terungkap
Bung Harpa Soroti Muhammad Isfandyar Abdillah sebagai Kuda Hitam Timnas U-19 Usai Bawa Indonesia Juara Grup A Piala AFF U-19
Pencuri Sawit 1.620 Kg Tertidur di Samping Tumpukan Hasil Curian, Petugas Keamanan Temukan saat Patroli