Delcy Rodriguez, Presiden Interim Venezuela, punya pesan jelas untuk Amerika Serikat. Dia menginginkan hubungan yang lebih baik, tapi dengan syarat: harus seimbang dan penuh rasa hormat. Kedua belah pihak, tegasnya, perlu saling menghargai.
“Kami menganggapnya sebagai prioritas untuk bergerak menuju hubungan yang seimbang dan menghormati antara AS dan Venezuela,” ujar Rodriguez, yang juga menjabat Wakil Presiden di era Maduro, dalam pernyataannya Senin lalu.
Tak cuma kritik, dia juga menyodorkan ajakan. “Kami menyampaikan undangan kepada pemerintah AS untuk bekerja sama dalam agenda kerja sama yang bertujuan untuk pembangunan bersama,” imbuhnya.
Namun begitu, situasi di lapangan justru memanas. Aksi militer AS pekan lalu benar-benar mengubah segalanya. Operasi besar-besaran itu berujung pada penangkapan Nicolas Maduro di dini hari yang sunyi, Sabtu (3/1). Pasukan AS dikabarkan menyerbu lebih dulu, lalu membawa mantan presiden itu bersama istrinya, Cilia Flores, ke wilayah Amerika.
Artikel Terkait
Bus Transjakarta Tabrak Pengendara Motor di Gunung Sahari, Korban Luka Parah
Normalisasi Sungai Cirarab Ditargetkan Rampung Akhir Maret 2026
Vonis Kasus Korupsi Minyak Rp 285 Triliun Dijadwalkan Kamis Depan
Program Makan Bergizi di Serang Berlanjut, Siswa Terima Paket Bahan Makanan untuk Buka Puasa