Bagi Washington, Maduro adalah pemimpin yang tak sah. Presiden Donald Trump sendiri sudah berbulan-bulan memberi tekanan, mendesak Maduro lengser dari kekuasaan. Tuduhannya berat: Trump menyebut Maduro bersekongkol dengan kartel narkoba dan bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS akibat obat-obatan terlarang.
Operasi militer AS sebenarnya sudah berjalan sejak September tahun lalu. Menurut data, lebih dari 100 orang tewas dalam setidaknya 30 serangan terpisah. Sasaran mereka adalah kapal-kapal yang dicurigai menyelundupkan narkoba dari perairan Venezuela. Tapi aksi ini bukannya tanpa kontroversi. Banyak pengamat hukum, baik di dalam maupun luar AS, berpendapat bahwa serangan-serangan semacam itu kemungkinan melanggar hukum internasional. Bahkan hukum AS sendiri.
Jadi, di satu sisi ada ajakan berdamai dari Caracas. Di sisi lain, realitas konflik justru semakin dalam. Tanggapan AS terhadap undangan Rodriguez ini tentu akan jadi penentu arah hubungan kedua negara yang sudah sangat rusak ini.
Artikel Terkait
Bhayangkara FC Hajar Semen Padang 4-0 di Lanjutan Liga Super
Aksi Solidaritas Tual Ricuh, Pagar Mapolda DIY Rusak
Presiden Prabowo Tiba di Amman, Dijemput Langsung Putra Mahkota Yordania
Chris Hemsworth Pertahankan Tato Dr. Seuss Usai Protes Spontan Putrinya