Lampu stadion menyala terang di Lampung, Selasa malam lalu, dan Bhayangkara FC tampaknya memang ingin memberi tontonan spektakuler bagi pendukungnya. Tim berjuluk The Guardian itu menghajar Semen Padang dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan Liga Super 2025/2026. Bagi tim tamu yang sedang terpuruk di dasar klasemen, kekalahan ini jelas pukulan yang sangat berat.
Pertandingan baru benar-benar hidup di menit ke-27. Wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran terjadi di kotak penalti. Moussa Sidibe yang maju sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan kepercayaan itu. Tendangannya keras dan terkontrol, membuka keran gol pertama sekaligus meredam tensi di lapangan.
Nasib Semen Padang semakin runyam delapan menit berselang. Pemain belakang mereka, Boubakary Diarra, harus menerima kartu merah langsung akibat tackle keras yang dinilai berbahaya. Dengan satu pemain lebih banyak, Bhayangkara langsung mengambil alih kendali permainan. Meski begitu, sampai peluit babak pertama berbunyi, skor 1-0 tak berubah. Semen Padang bertahan cukup rapat.
Namun begitu, keunggulan jumlah pemain lambat laun menunjukkan dampaknya. Baru lima menit babak kedua berjalan, wasit kembali memberikan penalti untuk Bhayangkara. Kali ini, Ryo Mutsumura yang tampil sebagai algojo. Dengan tenang, ia menggandakan keunggulan tuan rumah.
Gol ketiga datang tak lama berselang, tepatnya di menit ke-53. Lagi-lagi Sidibe yang menjadi bintang. Ia merayakan brace-nya malam itu dengan sundulan atau tembakan dari jarak dekat tergantung bagaimana Anda melihatnya. Yang pasti, gawang Semen Padang bobol untuk ketiga kalinya.
Bernard Doumbia kemudian menjadi penutup yang sempurna di menit ke-74. Ia melengkapi pesta gol Bhayangkara dengan mencetak gol keempat, sekaligus mengubur harapan Semen Padang untuk sekadar mempersempit kedudukan.
Hasil gemilang ini mendongkrak posisi Bhayangkara ke peringkat lima klasemen. Mereka kini mengumpulkan 35 poin dari 23 laga. Situasinya sangat berbeda untuk Semen Padang. Kekalahan ini membenamkan mereka lebih dalam di zona degradasi, terperangkap di posisi 17 dengan koleksi 23 poin dari jumlah pertandingan yang sama.
Bagi Semen Padang, perjalanan masih panjang tapi sudah sangat mendebarkan. Sementara Bhayangkara, momentum ini tentu harus dijaga jika ingin terus mengejar puncak.
Artikel Terkait
Persib Bandung Tutup Rapat Nilai Kontrak Pelatih Baru Igor Tolic
MUI: Pembelian Hewan Kurban Presiden Pakai APBN Sah Secara Syariat
Pemerintah Tegaskan Sapi Kurban Presiden Prabowo Berasal dari Anggaran Banpres, Bukan Dana Pribadi
KAI Logistik Kirim 25 Unit Kereta Api dari Jakarta ke Sumatra untuk Dukung Operasional Penumpang