"Ciri khas bangsa Indonesia adalah bangsa kita bangsa yang terlalu ramah, terlalu baik, lugu. Oleh nenek moyang kita diberi pelajaran, pemimpin tidak boleh lugu. Pemimpin ramah dan sopan tapi tidak boleh lugu, berarti gampang dibohongi," jelasnya.
Dampak Kebohongan terhadap Kekayaan Bangsa
Prabowo menyoroti fakta bahwa keluguan bangsa Indonesia telah lama dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan, sehingga menyebabkan kekayaan bangsa banyak yang terkuras dan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kemakmuran rakyat.
"Bangsa Indonesia menurut saya sudah lama dan terlalu sering dibohongi, sehingga kekayaan kita banyak yang dicuri. Kekayaan bangsa Indonesia banyak yang tidak bisa kita manfaatkan karena diselewengkan, karena dicuri, karena diselundupkan. Ini yang saya hadapi, ini tugas saya dan pemerintah saya," ucap Presiden dengan tegas.
Komitmen Pemberantasan Penyimpangan dan Masa Depan Cerah
Meski mengakui beratnya tantangan, Prabowo menegaskan komitmennya sebagai ujung tombak dalam upaya memberantas berbagai bentuk penyimpangan. Ia juga menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap masa depan Indonesia, dengan syarat adanya kepemimpinan yang cerdas dan waspada.
"Masa depan kalian cukup cerah, asal... asal pemimpin-pemimpin yang sekarang ada dan pemimpin-pemimpin yang akan datang waspada, pintar, pandai, dan tidak mudah dibohongi," tandasnya menutup pesannya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir