DEPOK – Kabar itu akhirnya resmi. Dzikry Lazuardi, sang kepala analis Persija Jakarta, akan hengkang. Tujuannya? Bergabung dengan staf kepelatihan Timnas Indonesia pimpinan John Herdman. Mauricio Souza, pelatih Persija, melepas kepergian anak buahnya itu dengan ikhlas. Bagi Souza, Dzikry memang layak dapat kesempatan emas seperti ini.
“Saya pikir dia pantas mendapatkan kesempatan ini. Karena dia fantastis, profesional,” ujar Souza.
Pelatih asal Brasil itu menyampaikan pernyataannya kepada para wartawan di Persija Training Ground, Depok, Senin (2/2/2026) lalu. Suaranya terdengar tulus.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses untuknya. Saya pikir bagus dia berada di Timnas,” imbuhnya.
Dzikry sendiri sudah menjadi bagian dari keluarga Persija sejak Juni 2024, mulai dari era Carlos Pena hingga bertahan saat Souza mengambil alih untuk musim Super League 2025-2026. Namun begitu, perjalanannya bersama Macan Kemayoran harus berakhir di sini. Usai kemenangan 2-0 atas Persita Tangerang, Jumat 30 Januari lalu, dia sudah menyampaikan salam perpisahan pada rekan-rekannya. Rupanya, ajakan langsung dari John Herdman yang jadi penyebabnya.
Di mata Souza, sosok Dzikry adalah seorang profesional sejati. Kemampuannya tak diragukan lagi. Itu sebabnya, meski kehilangan, Souza justru merasa senang.
“Dia profesional, punya kemampuan besar. Saya sangat senang dan bahagia dia pergi ke Timnas Indonesia. Karena tanpa ragu, kita tahu semua orang mau mewakili Timnas di negara masing-masing,” tegas Souza.
Kepergian Dzikry ini cukup menarik untuk dicermati. Dia adalah staf lokal pertama yang direkrut Herdman untuk mengisi skuad kepelatihannya. Sebelumnya, pelatih asal Inggris itu baru memboyong Cesar Meylan untuk menangani aspek fisik tim. Langkah Herdman ini sepertinya menunjukkan keinginannya untuk membangun tim yang solid, dengan memadukan pengalaman internasional dan pemahaman lokal.
Nah, tinggal menunggu bagaimana Dzikry Lazuardi akan beradaptasi dan berkontribusi di lingkungan baru tersebut. Sukses selalu untuknya.
Artikel Terkait
Menlu Iran Tegaskan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan Lewat Jalur Militer
OPEC+ Setujui Kenaikan Produksi Minyak 188.000 Barel per Hari di Tengah Gangguan Pasokan Akibat Perang Iran
Baku Tembak di Selat Hormuz: AS Hancurkan Enam Kapal Iran Usai Serangan Rudal dan Drone
Pria 25 Tahun Tewas Dibacok Orang Tak Dikenal di Cengkareng