Di mata Souza, sosok Dzikry adalah seorang profesional sejati. Kemampuannya tak diragukan lagi. Itu sebabnya, meski kehilangan, Souza justru merasa senang.
“Dia profesional, punya kemampuan besar. Saya sangat senang dan bahagia dia pergi ke Timnas Indonesia. Karena tanpa ragu, kita tahu semua orang mau mewakili Timnas di negara masing-masing,” tegas Souza.
Kepergian Dzikry ini cukup menarik untuk dicermati. Dia adalah staf lokal pertama yang direkrut Herdman untuk mengisi skuad kepelatihannya. Sebelumnya, pelatih asal Inggris itu baru memboyong Cesar Meylan untuk menangani aspek fisik tim. Langkah Herdman ini sepertinya menunjukkan keinginannya untuk membangun tim yang solid, dengan memadukan pengalaman internasional dan pemahaman lokal.
Nah, tinggal menunggu bagaimana Dzikry Lazuardi akan beradaptasi dan berkontribusi di lingkungan baru tersebut. Sukses selalu untuknya.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026