Di mata Souza, sosok Dzikry adalah seorang profesional sejati. Kemampuannya tak diragukan lagi. Itu sebabnya, meski kehilangan, Souza justru merasa senang.
“Dia profesional, punya kemampuan besar. Saya sangat senang dan bahagia dia pergi ke Timnas Indonesia. Karena tanpa ragu, kita tahu semua orang mau mewakili Timnas di negara masing-masing,” tegas Souza.
Kepergian Dzikry ini cukup menarik untuk dicermati. Dia adalah staf lokal pertama yang direkrut Herdman untuk mengisi skuad kepelatihannya. Sebelumnya, pelatih asal Inggris itu baru memboyong Cesar Meylan untuk menangani aspek fisik tim. Langkah Herdman ini sepertinya menunjukkan keinginannya untuk membangun tim yang solid, dengan memadukan pengalaman internasional dan pemahaman lokal.
Nah, tinggal menunggu bagaimana Dzikry Lazuardi akan beradaptasi dan berkontribusi di lingkungan baru tersebut. Sukses selalu untuknya.
Artikel Terkait
Perbaikan Intensif di Tol Japek, Arus Tetap Dijaga Lancar
Pengacara Kaget, Habib Bahar Ditetapkan Tersangka Penganiayaan
Polri Bantah Buronan Korupsi Minyak Punya Paspor Ganda
Kepala BGN Minta Maaf, Siap Beri Kartu Kuning untuk Penyedia Makanan Bermasalah