Kedatangan Lagator dan Masa Depan Yuran: PSM di Persimpangan Kapten

- Rabu, 28 Januari 2026 | 16:30 WIB
Kedatangan Lagator dan Masa Depan Yuran: PSM di Persimpangan Kapten
Analisis PSM Makassar

MAKASSAR Bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026 ternyata bukan cuma soal kedatangan pemain baru buat PSM Makassar. Lebih dari itu, momen ini jadi ajang evaluasi yang keras, bahkan terasa seperti penghakiman, bagi mereka yang sebelumnya dianggap sebagai pilar utama tim.

Ambil contoh kabar soal Dusan Lagator. Bek asal Montenegro ini konon sudah sepakat dengan PSM. Dengan nilai pasar nyaris Rp 8 miliar, dia langsung jadi pemain termahal Pasukan Ramang, menggeser posisi kapten Yuran Fernandes. Angka itu bukan cuma deretan digit. Itu sinyal keras. Pertanda bahwa PSM sedang merencanakan perubahan besar-besaran di lini pertahanan sektor yang justru jadi biang kerok musim ini.

Semuanya berawal dari kekalahan memalukan dari Persijap Jepara, Sabtu lalu. Dua gol yang kebobolan itu lahir dari kesalahan-kesalahan mendasar di belakang. Dan yang paling mencolok, kesalahan itu dilakukan oleh sang kapten sendiri, Yuran Fernandes.

Dia terlihat lambat, pasif, dan gagal melakukan hal-hal dasar yang seharusnya dikuasai bek berpengalaman. Sekali, dua kali, polanya berulang. Sebagai komando terakhir, Yuran malah jadi titik awal bencana. Kritik pedas yang datang setelahnya bukanlah hal yang mengada-ada. Itu konsekuensi yang wajar.

Di sisi lain, gelar kapten seharusnya jadi beban tanggung jawab, bukan tameng. Standarnya harus lebih tinggi. Sayangnya, musim ini Yuran gagal memenuhinya. Lima kekalahan beruntun PSM punya benang merah yang jelas: pertahanan kacau dan minim kepemimpinan.

Tagar YURANOUT yang membanjiri media sosial mungkin terkesan kasar. Tapi itu cermin kekecewaan fans yang sudah muak melihat kapten mereka justru jadi sumber masalah.

Nah, di tengah situasi seperti ini, kedatangan Lagator harus dibaca dengan jernih. PSM jelas sedang kehilangan kepercayaan pada pertahanan yang ada. Pemain berpostur 190 cm dan berpengalaman di liga keras Eropa ini diproyeksikan langsung jadi andalan utama. Dia diharapkan membawa ketenangan yang selama ini hilang.

Kalau nanti Lagator resmi berseragam hijau, persaingan di jantung pertahanan bakal berubah total. Ini bukan lagi soal rotasi pemain, tapi soal siapa yang masih layak dipercaya. Dalam sepak bola profesional, reputasi masa lalu tak bisa jadi jaminan.

Memang, jasa Yuran di era juara bersama Bernardo Tavares tak bisa dilupakan. Tapi sepak bola itu hidup di masa kini. Performa hari inilah yang bicara. Kalau PSM serius ingin bangkit dari krisis, mereka harus berhenti membuat keputusan berdasarkan sentimentil. Status kapten atau kontrak mahal bukan alasan untuk mempertahankan pemain yang blundernya terus berulang.

Opsi yang realistis sekarang mungkin cuma dua: mendudukkannya di bangku cadangan, atau melepasnya sama sekali. Kabar ketertarikan Persebaya, yang kini dilatih Bernardo Tavares, bisa jadi jalan keluar untuk semua pihak. Bagi Yuran, itu peluang untuk membuktikan diri lagi. Bagi PSM, itu langkah penyelamatan.

PSM sedang berada di titik genting. Di situasi seperti ini, toleransi untuk kesalahan fatal, apalagi dari seorang kapten, hampir tidak ada. Kedatangan Lagator adalah pesan terbuka untuk seluruh isi ruang ganti: tidak ada pemain yang lebih besar dari klub.

Sekarang, pilihan ada di tangan manajemen. Bertahan dengan simbol lama, atau memutuskan untuk membuka babak baru. Dan untuk Yuran Fernandes, mungkin inilah saatnya dia menjawab pertanyaan paling getir dalam kariernya di Makassar: apakah dia masih layak memimpin, atau justru waktunya untuk pergi?

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar