Medan – Suasana haru menyelimuti ruangan itu. Dr. Dwi Sudharto, Ketua Pembina Yayasan Wakaf Pendidikan Al Munadi, berdiri memaparkan perjalanan panjang sekolah yang ia rintis. Acara kuliah umum di SMP IT Al Muladi Medan, Jumat (9/1/2025) itu, menjadi saksi bisu perjuangan 14 tahun yang tak mudah.
“Tidak bisa dibayangkan,” ujarnya, suara terdengar bergetar penuh syukur.
“Dulu kami mulai cuma dari dua ruang kelas. Alhamdulillah sekarang sudah berkembang pesat.”
Perkembangan itu, menurut Dwi, adalah buah dari dedikasi dan pengorbanan banyak pihak. Ia pun menyampaikan terima kasih yang tulus. Namun begitu, ia menegaskan satu hal penting: Al Munadi adalah wakaf, harta milik Allah SWT. Lembaga ini harus terus bergerak, tak boleh mandek. Dan yang utama, tak boleh ada klaim kepemilikan pribadi. “Ini milik umat,” tegasnya.
Kuliah umum hari itu sendiri jadi lebih istimewa dengan kehadiran Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc., guru besar dari UIKA Bogor. Kedatangan beliau bukan cuma untuk bicara. Tapi ini bagian dari rangkaian penyaluran bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh Tamiang.
Artikel Terkait
Mahasiswi UIN Suska Riau Diserang Senjata Tajam di Ruang Sidang Kampus
KPK Perdalam Penyidikan Dugaan Pungli Sertifikat K3 di Kemnaker
Babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026 Terkunci, 16 Tim Siap Bertarung
Ketua Gema Bangsa Usul Ganti Parliamentary Threshold dengan Ambang Batas Fraksi