Berhasil Dikritik! Prabowo Klaim Program Kerakyatannya Bongkar Dominasi Oligarki

- Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:25 WIB
Berhasil Dikritik! Prabowo Klaim Program Kerakyatannya Bongkar Dominasi Oligarki

Program Kerakyatan Prabowo: Upaya Melenyapkan Kuasa Oligarki dan Capaian Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto disebut sedang berupaya keras untuk melenyapkan kuasa oligarki melalui berbagai program yang pro-rakyat. Pernyataan ini disampaikan oleh ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, dalam sebuah diskusi bertajuk "Prestasi Ekonomi Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran".

Fithra menjelaskan bahwa terdapat doktrin masa lalu di banyak negara di mana penguasa dianggap berhak untuk menginjak-injak yang kecil. "Ini yang ingin dilenyapkan oleh Presiden dengan program-programnya yang fokus kepada rakyat," ujarnya.

Dasar Teori: Mengutip Buku "Why Nations Fail"

Ekonom senior itu juga mengutip pidato Presiden Prabowo yang sering menyinggung soal oligarki. Ia merujuk pada buku terkenal "Why Nations Fail" karya Acemoglu, peraih Nobel Ekonomi. "Mereka menyampaikan bahwa negara gagal kalau oligarki, kalau sistem ekonominya hanya berputar di kelompok elite tanpa mengalir ke bawah. Maka pada saat-saat seperti itulah, ekonomi menjadi milik yang kuasa, dan negara menjadi gagal," tegas Fithra.

Prestasi Ekonomi Setahun Pemerintahan

Di masa pemerintahan yang hampir berjalan satu tahun, Fithra mencatat sejumlah dampak positif dari kebijakan yang digulirkan. Berikut adalah capaian-capaian utama yang berhasil diraih:

  • Angka Kemiskinan: 8,47 persen, merupakan angka terendah sepanjang sejarah Indonesia.
  • Angka Pengangguran: 4,76 persen, juga tercatat sebagai yang terendah sepanjang sejarah.
  • Ketimpangan (Gini Ratio): 0,375, angka terendah dalam 16 tahun terakhir.

Selain itu, kemiskinan di desa juga berhasil ditekan dari 11,34 persen menjadi 11,03 persen, yang berarti terdapat penurunan sebanyak 0,43 juta orang miskin di daerah pedesaan.

Kunci Keberhasilan: Investasi

Fithra menyoroti bahwa salah satu kunci dari capaian ini adalah kemampuan pemerintah dalam mendatangkan investasi. "Di semester pertama tahun ini, sudah ada 945 triliun rupiah investasi di Indonesia. Naik 13,6 persen dari posisinya di tahun lalu. Prestasi ini," pungkasnya.

Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil pemerintahan saat ini tidak hanya bertujuan untuk memutus mata rantai oligarki, tetapi juga telah menunjukkan hasil nyata dalam berbagai indikator ekonomi makro yang menguntungkan rakyat banyak.

Sumber: RMOL

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar