IDXChannel Rupiah yang terus terperosok terhadap dolar AS ternyata nggak melulu soal bencana. Ada sisi lain yang bisa dibaca sebagai peluang, setidaknya menurut Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.
Menurutnya, pelemahan ini meski bikin deg-degan bisa jadi momentum buat mendongkrak ekspor. Produk Indonesia di pasar global, kata dia, jadi lebih kompetitif. Tapi ya tetap, harus hati-hati juga dalam menyikapinya.
“Ini tentu satu sisi mesti disikapi serius, lain sisi juga justru kesempatan untuk memperkuat ekspor, lalu memperbanyak juga dari sisi turisme yang membawa mata uang asing,” ujarnya di sela Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perdagangan Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Di sisi lain, pengusaha tentu berharap nilai tukar bisa stabil. Apalagi kalau ketegangan geopolitik misalnya di Timur Tengah mulai mereda. Anindya bilang, idealnya rupiah bisa kembali ke bawah Rp17 ribu per USD. Tapi ya, semua butuh proses.
Yang paling krusial, menurut dia, adalah menjaga neraca perdagangan. Selama Indonesia masih surplus, masih ada harapan. Ekonomi bisa menguat lagi.
“Yang paling penting selama kita masih surplus perdagangan, masih ada potensi untuk menjadi penguatan. Tapi artinya kan yang paling penting secara kompetisi, bahan kita masih diminati,” katanya.
Ya, intinya sih, jangan cuma lihat sisi gelapnya. Ada celah yang bisa dimanfaatkan, asal nggak lengah.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
BI Perluas QRIS ke China, Transaksi Langsung Pakai Rupiah dan Yuan Tanpa Dolar
Ali Mochtar Ngabalin: AS di Bawah Trump Sedang Mendikte Iran, Bukan Berperang
Pemerintah Resmi Luncurkan Permenhut Nomor 6 Tahun 2026 untuk Percepat Perdagangan Karbon Nasional
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Sektor yang Boleh Gunakan Tenaga Outsourcing