Israel Intersepsi 22 Kapal Bantuan Global Sumud Flotilla di Perairan Kreta, Komunikasi Armada Terputus

- Jumat, 01 Mei 2026 | 01:15 WIB
Israel Intersepsi 22 Kapal Bantuan Global Sumud Flotilla di Perairan Kreta, Komunikasi Armada Terputus

Pasukan zionis Israel lagi-lagi berulah. Mereka mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di dekat perairan Kreta, Yunani. Kejadiannya hari Rabu, 29 April 2026, saat kapal-kapal itu sedang dalam perjalanan menuju Gaza. Lagi-lagi, hukum internasional seolah tak ada artinya.

Sampai sekarang, nasib para aktivis di atas kapal belum jelas. Betul-betul belum ada kepastian. Menurut laporan dari Steering Committee GSF sekaligus Koordinator GPCI, Maimon Herawati, total ada 22 kapal yang diintersepsi. Semuanya hilang kontak dengan pusat komando hingga siang hari waktu Turki. Angka yang cukup besar, bukan?

Sebelum komunikasi benar-benar mati, Maimon sempat cerita soal upaya sabotase. Sistem komunikasi armada diduga sengaja dirusak. Tentara Israel, katanya, membajak sinyal radio dari kapal-kapal yang berlayar menuju Gaza itu. Sebuah tindakan yang terencana, sepertinya.

Jurnalis Metro TV, Andre Septian Yusup, melaporkan dalam program Top News, Kamis 30 April 2026:

“Awalnya ada 11 kapal yang di-hijack, kemudian meningkat menjadi 18 kapal, dan hingga saat ini ada 22 kapal yang telah terputus komunikasinya dengan pusat komando Global Sumud Flotilla.”

Armada Sumud Flotilla ini berangkat dari Barcelona, Spanyol, dan Italia. Misi mereka jelas: menembus blokade Israel di Gaza. Bukan cuma itu, mereka juga mau menyalurkan bantuan kemanusiaan dan membuka koridor buat rakyat Palestina yang terus dikepung. Sebuah perjuangan yang berat, tapi mereka nekat.

Nah, soal relawan dari Indonesia, kabarnya tidak ada delegasi RI di atas 22 kapal yang hilang kontak itu. Enam delegasi Indonesia yang diberangkatkan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) masih aman di Istanbul, Turki, sampai 30 April 2026. Mereka sementara ini menunggu.

Keputusan apakah mereka bakal melanjutkan perjalanan ke Mediterania atau tidak, masih mengambang. Semuanya tergantung instruksi lebih lanjut. Sambil jalan, mereka terus memantau situasi. Perkembangan di lapangan memang belum bisa diprediksi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar