"Jangan enak-enak kau," sambung Prabowo, menirukan ejekan yang ia dengar. Katanya, ada yang menganggap dirinya cuma bisa berkoar di podium. Tapi ia tak peduli. "Oh ya? Ya tunggu saja panggilan. Lo jangan nantang gue lo."
Kalimat terakhirnya justru lebih personal. Suaranya sedikit lebih rendah, tapi maknanya dalam.
"Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan Tuhan Maha Besar. Saya. Dan kita semuanya harusnya begitu."
Rakornas 2026 itu pun berlanjut. Namun pesannya sudah terkirim: ada angin perubahan dalam penegakan hukum, dan mereka yang punya 'masalah' sebaiknya bersiap.
Artikel Terkait
Desakan Pencopotan Dahnil Menguat, dari Internal Muhammadiyah
Kritik PBNU: Respons Dahnil Dinilai Abaikan Etika Pejabat Publik
Anies Baswedan Tangkap Intel yang Mengawasi, Malah Ajak Berfoto Bareng
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup, Istana Bantah Isu Konsolidasi Oposisi