Harli Siregar: Penghargaan yang Membuka Jalan Transparansi di Tubuh Kejaksaan

- Selasa, 25 November 2025 | 16:20 WIB
Harli Siregar: Penghargaan yang Membuka Jalan Transparansi di Tubuh Kejaksaan

Di balik sorotan lampu The Westin Hotel, Kuningan, Selasa (25/11) lalu, ada momen yang cukup personal bagi Harli Siregar. Kajati Sumatera Utara itu terlihat jelas tersentuh saat menerima penghargaan sebagai Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi Lembaga Hukum dalam detikcom Awards 2025.

Rasanya tak disangka-sangka, begitu kira-kira ia menggambarkan perasaannya. "Bagi saya pribadi, ini sangat surprising, ya," ujarnya.

"Saya melihat bahwa detikcom ternyata mampu melihat sisi-sisi yang tersembunyi dari seseorang terhadap sepak terjangnya, terhadap kinerjanya."

Penghargaan itu, baginya, bukan sekadar piala atau pengakuan semata. Ia menangkapnya sebagai sebuah pesan. Sebuah pengingat bahwa jalan menuju transparansi di tubuh kejaksaan harus terus ditempuh, tak boleh berhenti di sini. "Ini menjadi penghargaan yang luar biasa bagi saya. Bahwa ada teman-teman jurnalis yang melihat bagaimana kiprah dan peran kita," tuturnya.

Di sisi lain, Harli menekankan betapa keterbukaan informasi adalah tulang punggung akuntabilitas untuk sebuah lembaga hukum. Tanpanya, kepercayaan publik sulit dibangun. Itu sebabnya, menurutnya, kejaksaan wajib membuka diri tentang segala pekerjaan dan rencana yang sedang dijalankan.

"Ke depan, kami mengharapkan secara institusional, lembaga kejaksaan akan terus berbenah dan membuka dirinya terhadap publik, terhadap masyarakat," jelasnya lebih lanjut. Baginya, kolaborasi yang baik antara kejaksaan dan masyarakat hanya bisa terwujud jika ada transparansi.

Tak lupa, ia punya pesan khusus untuk para jaksa muda di daerah. Suaranya serius ketika mengingatkan agar mereka menjaga integritas, jangan sampai noda kecil merusak rekam jejak Kejaksaan RI yang sudah mulai baik.

"Saya berharap para Adhyaksa-Adhyaksa muda supaya terus berbenah. Berbuat yang terbaik bagi institusi."

"Saya selalu sampaikan, kejaksaan sekarang sudah berada di track-nya, maka kita tidak boleh merusak itu," imbuhnya penuh penekanan. Sebuah pesan singkat, tapi punya bobot yang dalam untuk masa depan institusi tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar