Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini masuk ke tahap yang lebih konkret. Setelah meluncurkan regulasi, fokus mereka beralih ke implementasi di lapangan. Intinya, membangun budaya sekolah yang benar-benar aman dan nyaman bagi semua.
Hal ini diwujudkan lewat sebuah webinar sosialisasi. Tujuannya, menyosialisasikan Peraturan Menteri (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Acara itu dihadiri oleh beragam perwakilan komunitas pendidikan dari seluruh Indonesia.
Mulai dari kelompok kerja kepala sekolah, musyawarah guru mata pelajaran, hingga bimbingan konseling. Semuanya hadir. Mereka ingin memastikan kebijakan nasional ini tak sekadar wacana, tapi bisa diterapkan dengan tepat di setiap sekolah.
Regulasi ini sendiri sebenarnya sudah diluncurkan awal tahun lalu oleh Menteri Abdul Mu’ti. Sebagai panduan teknis, Kemendikdasmen juga menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 17 Tahun 2026.
Menurut Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, aturan ini menandai perubahan cara pandang yang cukup signifikan.
"Sekolah tidak lagi hanya menjadi ruang penyelesaian masalah setelah pelanggaran terjadi, tetapi menjadi ruang hidup yang menumbuhkan nilai, menguatkan karakter, serta mencegah kekerasan dan perundungan sejak dini," jelas Suharti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/2/2026).
Artikel Terkait
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang