Rasa sakitnya nyata. Bahkan, ia mengaku hampir menangis. Pedihnya dikhianati oleh orang yang selama empat tahun terakhir berjuang bersama untuk satu tujuan: mengusut keaslian ijazah yang digunakan Jokowi untuk maju Pilkada hingga dua kali menjadi presiden.
Kurnia menegaskan itu. Perjuangan mereka, klaimnya, murni dari hati. Pro-bono, tanpa bayaran. Yang ada malah risiko besar: ancaman penjara. Tapi semua itu dijalani dengan keyakinan teguh demi apa yang mereka anggap sebagai kebenaran. "Saya ingin menyampaikan bahwa kita ini sama-sama berjuang loh, hampir 4 tahun begitu ya kan dan pro-bono, benar-benar dari hati kita sendiri, berjuang luar biasa," ucapnya.
Di akhir perbincangan, harapannya sederhana sekaligus berat. Ia berharap Eggi Sudjana mau merenung. Meninjau ulang langkahnya yang dianggap mengorbankan perjuangan bersama.
Pungkas Kurnia. Sebuah penutup yang terdengar seperti doa sekaligus ratapan untuk sebuah persahabatan seperjuangan yang retak.
Artikel Terkait
Kemhan Lantik Noe Letto dan Putra Hotman Paris Jadi Tenaga Ahli Strategis
Kasus Ijazah Jokowi Ditutup, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Dapat SP3
Polemik Ijazah Jokowi Diprediksi Tak Kunjung Padam
Materai Rp100 di Ijazah Jokowi Disorot, Jubir PSI: Itu Hal Biasa