Rasa sakitnya nyata. Bahkan, ia mengaku hampir menangis. Pedihnya dikhianati oleh orang yang selama empat tahun terakhir berjuang bersama untuk satu tujuan: mengusut keaslian ijazah yang digunakan Jokowi untuk maju Pilkada hingga dua kali menjadi presiden.
Kurnia menegaskan itu. Perjuangan mereka, klaimnya, murni dari hati. Pro-bono, tanpa bayaran. Yang ada malah risiko besar: ancaman penjara. Tapi semua itu dijalani dengan keyakinan teguh demi apa yang mereka anggap sebagai kebenaran. "Saya ingin menyampaikan bahwa kita ini sama-sama berjuang loh, hampir 4 tahun begitu ya kan dan pro-bono, benar-benar dari hati kita sendiri, berjuang luar biasa," ucapnya.
Di akhir perbincangan, harapannya sederhana sekaligus berat. Ia berharap Eggi Sudjana mau merenung. Meninjau ulang langkahnya yang dianggap mengorbankan perjuangan bersama.
Pungkas Kurnia. Sebuah penutup yang terdengar seperti doa sekaligus ratapan untuk sebuah persahabatan seperjuangan yang retak.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir