Hasan Wirajuda Ingatkan Syarat Mediasi: Niat Baik Tak Cukup, Harus Ada Penerimaan Kedua Pihak

- Rabu, 04 Maret 2026 | 05:05 WIB
Hasan Wirajuda Ingatkan Syarat Mediasi: Niat Baik Tak Cukup, Harus Ada Penerimaan Kedua Pihak

Di sela-sela diskusi kebangsaan di Istana Merdeka, Selasa lalu, mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda angkat bicara soal wacana Indonesia jadi penengah konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Intinya, menurut dia, niat baik saja tak cukup.

“Kita tidak membicarakan apa Indonesia mampu atau tidak. Itu kan pemikiran awal,” ujar Hasan.

Ia lalu menjelaskan poin krusialnya. Untuk jadi mediator, harus ada penerimaan dari kedua kubu yang bertikai. Sayangnya, sampai saat ini, tanda-tanda keinginan itu belum terlihat sama sekali. “Dan kita belum lihat tanda-tanda itu,” tambahnya.

Namun begitu, dari sisi pemerintah saat ini, nada yang terdengar agak berbeda. Menteri Luar Negeri Sugiono, dalam kesempatan terpisah, kembali menekankan kesiapan Indonesia untuk turun tangan.

“Ya, seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan, ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator,” kata Sugiono.

Tapi ia juga tak mau memaksakan. Semuanya dikembalikan pada pihak-pihak yang berseteru. Yang jelas, Indonesia cuma ingin menawarkan diri sebagai jembatan. Agar ketegangan tidak terus memanas.

“Yang pasti, Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita. Itu aja ya,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, tawaran serupa sudah disampaikan Sugiono langsung ke Menlu Iran, Abbas Araghchi, lewat sambungan telepon. Lewat akun X-nya, ia menyatakan Indonesia siap memainkan peran konstruktif untuk perdamaian. Bahkan siap memfasilitasi dialog demi mencegah eskalasi dan korban jiwa yang tak perlu.

Lebih jauh, Sugiono mendorong semua pihak untuk menahan diri. De-eskalasi dan diplomasi, menurutnya, adalah jalan terbaik untuk mengembalikan stabilitas di kawasan yang sudah terlalu lama memanas.

Jadi, di satu sisi ada penekanan pada prasyarat yang ketat dari seorang mantan menteri berpengalaman. Di sisi lain, ada sinyal kesiapan dan inisiatif dari pemerintah. Keduanya sepakat soal tujuan akhir: perdamaian. Tapi jalan menujunya masih samar, bergantung pada kemauan pihak-pihak yang bertikai.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar