Suasana di ruang podcast itu tegang. Suara Kurnia Tri Royani terdengar bergetar, penuh dengan kekecewaan yang dalam. Ia merasa dikhianati. Dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri, Eggi Sudjana Mastal.
Masalahnya bermula dari kunjungan Eggi bersama Damai Hari Lubis ke kediaman Joko Widodo di Solo. Mereka datang tanpa bicara dulu dengan kawan-kawan lain. Kunjungan yang, menurut Kurnia, berujung pada penghentian penyelidikan atau SP3 di Polda Metro Jaya. Bagi Kurnia, langkah itu terasa seperti sebuah pengkhianatan terhadap perjuangan yang mereka yakini: membongkar kebenaran soal ijazah Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM.
Begitu kata Kurnia dalam podcast Madilog, Jumat lalu. Nada bicaranya seperti seorang yang sedang mencoba mengingatkan, sekaligus terluka.
Ia sendiri, bersama sejumlah kawannya, kini berstatus tersangka. Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan mereka tersangka atas laporan yang dilayangkan Joko Widodo. Dan di tengah situasi genting itu, Eggi justru mengambil langkah sendiri. "Nah kalau Anda bertanya itu datang ke sana ujug-ujug tanpa sebab tanpa memberi tahu kawan seperjuangan padahal jelas-jelas ini merupakan kontradiksi, kontraproduktif, bahkan sangat berlawanan, kita menyebutnya apa?," ujarnya lagi, pertanyaannya menggantung penuh retorika.
Artikel Terkait
Kemhan Lantik Noe Letto dan Putra Hotman Paris Jadi Tenaga Ahli Strategis
Kasus Ijazah Jokowi Ditutup, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Dapat SP3
Polemik Ijazah Jokowi Diprediksi Tak Kunjung Padam
Materai Rp100 di Ijazah Jokowi Disorot, Jubir PSI: Itu Hal Biasa