Suasana di ruang podcast itu tegang. Suara Kurnia Tri Royani terdengar bergetar, penuh dengan kekecewaan yang dalam. Ia merasa dikhianati. Dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri, Eggi Sudjana Mastal.
Masalahnya bermula dari kunjungan Eggi bersama Damai Hari Lubis ke kediaman Joko Widodo di Solo. Mereka datang tanpa bicara dulu dengan kawan-kawan lain. Kunjungan yang, menurut Kurnia, berujung pada penghentian penyelidikan atau SP3 di Polda Metro Jaya. Bagi Kurnia, langkah itu terasa seperti sebuah pengkhianatan terhadap perjuangan yang mereka yakini: membongkar kebenaran soal ijazah Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM.
Begitu kata Kurnia dalam podcast Madilog, Jumat lalu. Nada bicaranya seperti seorang yang sedang mencoba mengingatkan, sekaligus terluka.
Ia sendiri, bersama sejumlah kawannya, kini berstatus tersangka. Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan mereka tersangka atas laporan yang dilayangkan Joko Widodo. Dan di tengah situasi genting itu, Eggi justru mengambil langkah sendiri. "Nah kalau Anda bertanya itu datang ke sana ujug-ujug tanpa sebab tanpa memberi tahu kawan seperjuangan padahal jelas-jelas ini merupakan kontradiksi, kontraproduktif, bahkan sangat berlawanan, kita menyebutnya apa?," ujarnya lagi, pertanyaannya menggantung penuh retorika.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir