Dewa United Menyambar Ivar Jenner, Harapan Persija Pupus

- Rabu, 04 Februari 2026 | 11:30 WIB
Dewa United Menyambar Ivar Jenner, Harapan Persija Pupus
Perjalanan Transfer Ivar Jenner

Harapan itu pupus sudah. Publik ibu kota yang sempat menanti-nanti kedatangan Ivar Jenner ke Persija Jakarta harus menerima kenyataan lain. Sang gelandang justru memilih berlabuh di Tangerang Selatan, bersama Dewa United. Mereka bergerak lebih cepat, lebih pasti, dan langsung menuntaskan segalanya.

Persija pun terpaksa menelan pil pahit. Negosiasi yang sempat menguat di bursa transfer ternyata tak kunjung menemui titik terang. Dan ketika komunikasi mulai buntu, kesempatan itu disambar cerdik oleh manajemen Dewa United.

Kabar ini pertama kali berhembus dari kalangan pendukung Persija. Lewat akun X @mediapersija, dikonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Jenner berakhir tanpa hasil. Tak berselang lama, laporan serupa dari @IndosFC muncul, menyebut sang pemain akan memperkuat Dewa United pada putaran kedua Liga 1 2025/26.

Tikungan Tajam di Persimpangan

Posisi Ivar Jenner memang menarik. Usai kontraknya dengan FC Utrecht berakhir, dia menjadi pemain bebas transfer sebuah status yang membuat banyak klub ngiler. Persija disebut-sebut paling getol, tapi upaya mereka mentok di tengah jalan.

Pilihannya pada Dewa United jelas sebuah tikungan yang menentukan. Dia tidak memilih gemerlap Jakarta, melainkan sebuah proyek di Tangerang Selatan yang dari awal sudah menawarkan peran jelas. Sebuah keputusan yang terlihat sangat matang.

Reuni Merah-Putih di Kandang Dewa

Dewa United kini makin kental nuansa Timnas Indonesia-nya. Di sana, Jenner akan bersua kembali dengan Rafael Struick. Belum lagi nama-nama seperti Stefano Lilipaly, Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, dan Wahyu Prasetyo yang sudah lebih dulu membela.

Ini bukan cuma sekadar kumpulan pemain bagus. Mereka adalah fondasi ambisius yang sengaja disusun untuk jangka menengah. Target menembus papan atas liga bukan lagi sekadar wacana, tapi terlihat semakin nyata.

Bukan Sekadar Tambahan, Tapi Solusi

Konon, sejak awal pelatih Jan Olde Riekerink memang ngotot butuh gelandang bertahan murni. Selama ini lini tengah Dewa kerap dipaksa berkompromi, dengan pemain-pemain kreatif harus turun membantu pertahanan.

Nah, di sinilah peran Jenner dianggap krusial. Dia diharapkan menjadi jangkar yang menjaga ritme, menutup ruang berbahaya, dan membebaskan pemain lain untuk maju menyerang. Jadi, kedatangannya bukan sekadar soal menambah kedalaman skuad, melainkan jawaban atas masalah taktis yang selama ini mengganggu.

Kebutuhan vs. Kemewahan

Perbedaan sudut pandang inilah yang bikin cerita transfer ini menarik. Bagi Persija, mungkin Jenner dilihat sebagai penguat yang oke. Tapi bagi Dewa United, dia adalah kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.

Faktanya, tanpa sosok gelandang bertahan murni, struktur permainan Dewa kerap terlihat goyah. Kehadiran Jenner langsung mengatasi masalah itu. Statusnya sebagai pemain muda juga menguntungkan secara regulasi, sementara kualitasnya diklaim setara pemain asing.

Lingkungan yang Tepat

Harus diakui, Dewa United jeli membaca situasi. Mereka membangun ekosistem yang nyaman bagi pemain keturunan, dengan komunikasi transparan dan peran yang jelas. Keberadaan Struick, sesama pemain Belanda-Indonesia, tentu memberi rasa familiar dan aman bagi Jenner untuk memulai petualangan barunya.

Sementara itu, Persija disebut masih sibuk dengan target-target lain. Dewa United datang dengan tawaran konkret dan perencanaan matang. Tikungan ini bukan kebetulan, tapi hasil kalkulasi yang jitu.

Kini, cerita bergulir di Tangerang Selatan. Apakah langkah Jenner ini akan menjadi kunci kebangkitan Dewa? Atau justru jadi penyesalan panjang bagi Persija? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar