Hujan badai yang mengguyur Surabaya siang itu bukan cuma sekadar hujan. Angin kencang menerpa, mengubah rutinitas kerja dua petugas pembersih kaca sebuah gedung tinggi menjadi momen mengerikan. Gondola tempat mereka bekerja tiba-tiba tersangkut, menjebak keduanya di udara dengan hanya mengandalkan tali pengaman.
Mereka bergelantungan. Belasan menit lamanya, dihantam angin dan hujan deras, sementara warga di bawah hanya bisa menyaksikan dengan ngeri. Adegan itu terekam jelas oleh kamera ponsel warga sekitar.
Menurut M. Rokhim, Kabid Pemadam Kebakaran Surabaya yang datang ke lokasi, kedua pekerja itu sudah menggantung cukup lama sebelum tim penyelamat tiba.
"Cukup lama ya, mungkin sekitar 15 menitan tadi sebelum tim Rescue datang ke lokasi," ujar Rokhim, Senin (2/3/2026).
Dia menyebut satu korban, Edy Suratno (51), kemungkinan sudah meninggal sebelum dievakuasi. Proses evakuasi sendiri dilakukan dengan susah payah melalui jendela di lantai 25.
"Sudah meninggal kayaknya, sudah meninggal berarti yang satu (Edy),"
Namun begitu, Rokhim menceritakan bahwa sebenarnya para pekerja sudah bersiap mengakhiri shift. Langit mendung memberi tanda. Mereka sudah mau turun.
Tapi cuaca buruk datang terlampau cepat. Angin kencang menerjang sebelum mereka sempat mencapai tempat aman.
"Sudah mau, karena posisi mendung, sudah siap-siap dia mau turun gitu ya, tapi nggak nyampai. Temannya yang di bawah ini sudah turun. Ada beberapa tim sebenarnya,"
Kata-kata terakhirnya itu menggambarkan betapa selamat atau tidaknya seseorang di situasi seperti ini bisa hanya terpaut hitungan detik. Sebuah rencana yang urung, diterpa angin yang datang tiba-tiba.
Artikel Terkait
Konflik AS-Iran Masih Tanpa Titik Terang Tiga Bulan Pasca Serangan Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran
Timnas Indonesia Coret Eliano Reijnders dan Jordi Amat dari Skuad FIFA Matchday Juni 2026
BULOG Benahi Tata Kelola Pabrik Gula GMM demi Petani Tebu Blora
Metode Kakeibo: Teknik Pencatatan Manual dari Jepang untuk Disiplin Menabung dan Mengurangi Belanja Impulsif