Peringatan untuk Menkeu Purbaya: "Hati-hati, Pak Purbaya!"
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi mendapat peringatan keras. Yang memberi peringatan bukan sembarang orang, melainkan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel. Intinya sederhana: sang menteri berpotensi menjadi target kriminalisasi.
Namun begitu, respons Purbaya justru terbilang santai. Ia tampaknya tak terlalu ambil pusing dengan peringatan dari koleganya yang kini berstatus tersangka KPK itu.
Dalam pernyataannya, Noel terdengar sangat serius. Ia menyebut punya informasi dari sumber terpercaya.
"Pesan nih buat Pak Purbaya. Modusnya hampir sama semua. Hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi, nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan di-'Noel'-kan. Hati-hati tuh, Pak Purbaya," ujarnya.
Menurut Noel, semua ini punya alasan yang jelas. Tindakan tegas Purbaya selama menjabat dianggap telah mengganggu "pesta" sejumlah pihak. Dan siapa pun yang mengusik, bakal jadi sasaran.
"Siapapun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya. Kasihan Pak Purbaya. Ada pesta yang terganggu," tambahnya lagi.
Ia juga menyoroti kasus thrifting yang belakangan ramai. Itu, katanya, cuma bagian kecil saja. Masih ada proyek-proyek lain dengan nilai fantastis yang pernah disidak Purbaya.
"Oh iyalah pastilah (thrifting). Checking-nya langsung, gampang nge-tracking-nya kok. Itu dari yang kecil, belum yang lain-lain yang triliunan itu," tukas Noel.
Santai Saja, Katanya
Lalu, bagaimana tanggapan sang menteri? Purbaya dengan tenang menepis kemungkinan dirinya mengalami nasib serupa Noel. Ia tampak percaya diri.
Alasannya sederhana: ia mengaku tak pernah menerima uang suap.
"Oh biar saja, yang penting gua enggak terima duit. Noel kan terima (duit), kan gue enggak terima duit, gaji gue gede di sini (Menkeu) cukup," ujar Purbaya.
Ia merasa kemungkinan itu sangat kecil. Kecuali, tentu saja, jika ia mulai melakukannya.
"Case seperti itu di saya mungkin amat kecil kemungkinannya terjadi, kecuali saya mulai terima uang," tegasnya.
Di sisi lain, Purbaya memastikan isu ini tak akan menggoyahkan agenda reformasi pajak yang sedang digarapnya. Menerima suap, justru akan menjerumuskannya ke posisi sulit dan menghambat kerja.
Ia pun menutup dengan pernyataan yang cukup blak-blakan soal kepada siapa ia bertanggung jawab.
"Saya sih rasanya enggak ada urusan, saya hanya bertanggung jawab ke Presiden, yang lain saya enggak peduli," tandasnya.
Jadi, begitulah. Peringatan datang, tapi sang menteri memilih untuk tak gentar. Dengan gaya khasnya, Purbaya hanya mengangkat bahu dan menegaskan integritasnya. Sekarang, tinggal menunggu waktu yang akan membuktikan.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor