Ikan di Meja Imlek: Bukan Sekadar Hidangan, Tapi Doa Kelimpahan Rezeki

- Rabu, 21 Januari 2026 | 21:45 WIB
Ikan di Meja Imlek: Bukan Sekadar Hidangan, Tapi Doa Kelimpahan Rezeki

Menyambut Tahun Baru Imlek, suasana riuh dan penuh warna segera menyapa. Bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia, momen ini lebih dari sekadar pergantian tahun. Ada barongsai, lampion merah yang berjajar, dan tentu saja, tradisi kuliner yang kaya makna. Di tengah semua hidangan istimewa itu, ada satu yang hampir tak pernah absen: ikan.

Ya, ikan di meja makan saat Imlek bukan cuma soal kelezatan. Hidangan ini menyimpan doa dan harapan mendalam untuk tahun yang akan datang.

Lebih Dari Sekadar Makanan: Makna di Balik Ikan

Dalam budaya Tionghoa, ikan punya tempat khusus. Ia melambangkan kemakmuran dan kelimpahan rezeki. Filosofi ini ternyata berakar dari permainan bunyi bahasa. Kata Mandarin untuk ikan, ‘yú’, pelafalannya mirip dengan kata yang berarti “berlebih” atau “surplus”.

Jadi, harapannya jelas: rezeki yang didapat tidak sekadar cukup, tapi berlimpah hingga tersisa. Makanya, wajar kalau ikan jadi menu wajib. Namun begitu, ternyata tak semua ikan bisa disajikan begitu saja. Pemilihannya punya aturan, terkait erat dengan makna simbolis yang ingin disampaikan.

Jenis-Jenis Ikan Pembawa Hoki

Pemilihan ikan untuk Imlek seringkali mengacu pada bunyi namanya dalam bahasa Mandarin, yang diharapkan mirip dengan kata-kata bernuansa positif. Beberapa jenis berikut ini cukup umum dan mudah ditemui di pasaran Indonesia.

Ikan Lele

Ikan yang satu ini, dalam lafal China, terdengar seperti ‘nián yú’. Artinya kurang lebih “surplus sepanjang tahun”. Tak heran kalau kehadirannya di meja makan diyakini membawa harapan akan kecukupan dan kemakmuran tanpa henti.


Halaman:

Komentar