Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi. Pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, diminta lebih proaktif. Sinergi antara Bupati, camat, kepala desa, dan masyarakat setempat dinilai krusial untuk mencegah pembiaran.
"Masyarakat dan aparatur setempat harus bersinergi. Jangan sampai ada pembiaran terhadap aktivitas yang memiliki risiko bencana,"
imbuhnya.
Menanggapi perintah tersebut, Kepala Satpol PP Jawa Barat Tulus Arifan menyatakan bahwa timnya sudah bergerak. Saat ini, mereka bersama petugas Dinas ESDM sedang berada di lokasi untuk mengumpulkan data dan keterangan.
"Tim kami dan Dinas terkait saat ini masih di lapangan, sedang proses mengumpulkan bahan dan keterangan,"
kata Tulus.
Jadi, intinya sederhana. Pengecekan sedang berlangsung. Dan jika nanti ditemukan potensi bahaya yang nyata, Dedi Mulyadi sudah menyiapkan langkah tegas: penutupan operasi tambang. Semua demi mengutamakan keselamatan dan mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Soroti Prestasi Jabar: Investasi Tertinggi RI, Lampaui Jakarta
Guru SD di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Sudah Berlangsung Sejak Tahun Lalu
Smartwatch Berdetak, Harapan Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat di Bulusaraung Masih Menyala
Keluarga Co-pilot ATR 42-500 Berharap pada Detak Smartwatch dan Permohonan kepada Presiden