Matahari Department Store (LPPF) baru saja merilis jadwal penting untuk para pemegang sahamnya. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akan digelar pada Rabu, 15 April 2026 mendatang. Yang menarik, perusahaan berencana menggelar dua rapat sekaligus di hari itu: RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa.
Namun begitu, detail lengkap mengenai agenda rapat baru akan diumumkan perusahaan pada 24 Maret nanti. Informasi ini disampaikan dalam keterangan resmi yang diterbitkan Senin (9/3/2026).
Bagi pemegang saham yang ingin menyumbang gagasan, perseroan membuka kesempatan untuk mengusulkan mata acara. Syaratnya, usulan harus masuk paling lambat tujuh hari sebelum pemanggilan resmi. Perlu diingat, hanya mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 17 Maret 2026 yang berhak menghadiri.
Pengumuman jadwal RUPS ini datang di tengah laporan kinerja yang cukup berwarna. Sepanjang 2025, pendapatan Matahari tercatat Rp5,78 triliun. Angka itu turun sekitar 10% dibanding realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp6,39 triliun.
Laba bersihnya pun ikut terpangkas, turun 12% menjadi Rp725 miliar. Di sisi lain, komitmen perusahaan untuk membagi keuntungan kepada pemegang saham tampaknya tak goyah.
Manajemen Matahari, dalam pernyataan Sabtu (28/2/2026), sudah mengusulkan pembagian dividen tunai.
"Usulan dividen sebesar Rp250 per saham untuk distribusi 2026,"
Reaksi pasar? Cukup dingin. Di penutupan perdagangan, saham LPPF melemah 3,7% ke level Rp1.820. Meski begitu, dengan harga sekarang, imbal hasil dividen (yield) yang ditawarkan terbilang menggiurkan, menembus 13,74%.
Kondisi keuangan perusahaan sebenarnya masih terlihat cukup kuat. Hingga akhir tahun lalu, kas dan setara kasnya ada di Rp448 miliar. Matahari juga masih bebas utang berbunga (debt free) dan punya fasilitas pinjaman menganggur senilai Rp1,7 triliun. Cadangan dana yang lumayan untuk menghadapi tantangan ke depan.
Artikel Terkait
Reformasi Pasar Modal Indonesia Dinilai Bukan Sekadar Ikuti Tren, tapi Kebutuhan Struktural
Pertamina Geothermal Energi Bagikan Dividen Rp2,14 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Wall Street Tertekan, Ketegangan AS-Iran dan Kekhawatiran AI Tekan Saham Teknologi
BELL Setujui Dividen Rp10 Miliar di Tengah Tekanan Industri Tekstil