Semarang, dini hari yang sunyi mendadak berubah jadi hiruk-pikuk. Pasar Kanjengan, di kawasan Semarang Tengah, dilalap si jago merah. Bukan main-main, hampir setengah ribu kios ludes terbakar.
“480 kios yang terbakar,” ujar Ade Bhakti Ariawan, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, saat ditemui di lokasi, Kamis (30/4/2026) dini hari.
Suasana mencekam masih terasa. Di antara puing-puing yang menghitam, seorang penjual buah bernama Anton (36) coba merekonstruksi kejadian. Menurutnya, api pertama kali muncul dari lapak pasar buah. Bukan dari kompor atau korsleting listrik, melainkan dari tumpukan peti-peti kosong.
“Awal mula dari keranjang sampah di ujung utara Pasar Kanjengan yang terbakar. Sekitar pukul 11 malam ini,” katanya, suaranya masih terdengar gemetar.
Anton bilang, kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (29/4) malam. Peti-peti buah itu berada di ujung utara pertokoan. Awalnya sih kecil, cuma titik api. Tapi dalam waktu 15 menit, api sudah merambat liar ke pertokoan di bagian tengah pasar. Dari situ, terus merembet ke sisi-sisi toko lainnya. Cepat sekali.
Belum diketahui pasti penyebab pastinya, tapi dugaan sementara memang dari tumpukan sampah yang mudah terbakar itu. Yang jelas, kerugian diperkirakan tidak sedikit. Ratusan pedagang kini hanya bisa pasrah melihat dagangannya hangus.
Artikel Terkait
PAN Nilai Usulan KPK Bentuk Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai Berpotensi Langgar Konstitusi
Kekeringan Parah Landa Korea Utara, Pemerintah Kerahkan Upaya Penyelamatan Tanaman
Polresta Denpasar Gerebek Rumah di Kuta Selatan, 27 WNA Diduga Jadi Korban Penculikan untuk Penipuan Daring
Pakar ITB: Impor 105 Ribu Pikap India Berpotensi Jadi Bom Waktu Operasional Akibat Tak Cocok dengan BBM Indonesia