BTN dan KAI Komitmen Bangun Hunian Vertikal di Atas Lahan Manggarai

- Rabu, 22 April 2026 | 23:20 WIB
BTN dan KAI Komitmen Bangun Hunian Vertikal di Atas Lahan Manggarai

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya baru-baru ini bertemu dengan dua direktur utama BUMN. Mereka adalah Nixon Napitupulu dari BTN dan Bobby Rasyidin dari KAI. Pertemuan itu digelar untuk menindaklanjuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto soal penyediaan hunian yang layak untuk masyarakat.

Dalam unggahan di akun Sekretariat Kabinet, Rabu (22/4/2026), Teddy menyampaikan komitmen dari pertemuan tersebut.

"BTN bersama KAI dan Kementerian Perumahan berkomitmen membangun hunian vertikal di atas lahan milik KAI, salah satunya di Manggarai, Jakarta," kata Teddy.

Rupanya, ini bukan wacana baru. Saat ini, di atas lahan milik KAI sendiri sudah berdiri 5.000 unit rumah susun. Ukurannya bervariasi, ada yang 45 dan 54 meter persegi. Harganya pun dirancang agar terjangkau, lewat skema KPR biasa dan juga FLPP.

Nixon Napitupulu sebagai Dirut BTN kemudian memberikan penjelasan lebih rinci. Ia menyampaikan bahwa arahan Presiden telah dijalankan dengan baik.

"Dirut BTN menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden, di tahun 2025 mengalami peningkatan pembangunan dengan telah membangun sekitar 200.000 unit rumah melalui KPR / FLPP dan 40.000 unit rumah melalui non KPR. Dan di tahun 2026 ini sesuai arahan Presiden jumlahnya akan ditingkatkan," ujar Teddy menyampaikan kembali perkataan Nixon.

Jadi, targetnya jelas: lebih banyak lagi tahun ini.

Pertemuan itu tak cuma membahas perumahan. Mereka juga menggarisbawahi progres redesain Stasiun Gambir yang legendaris itu. Tak ketinggalan, ada pembahasan soal peningkatan kualitas layanan di stasiun-stasiun lain secara nasional, baik untuk penumpang maupun untuk mendukung logistik.

Ada satu hal lagi yang menarik. Mereka mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development atau TOD.

"Serta mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) sebagai simpul perekonomian baru yang terintegrasi," pungkas Teddy.

Intinya, ide besarnya adalah menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang terhubung langsung dengan moda transportasi massal. Sebuah langkah untuk mengintegrasikan hunian, transportasi, dan aktivitas ekonomi dalam satu kawasan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar