PSM Hadapi Persik dengan Tekad Bangkit
Kamis sore nanti, Stadion Gelora BJ Habibie bakal jadi saksi ujian berat buat PSM Makassar. Mereka menjamu Persik Kediri dalam sebuah laga yang dianggap krusial. Bukan cuma soal poin, tapi lebih pada misi membangkitkan kepercayaan diri yang sempat terpuruk.
Asisten Pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, terlihat serius. Ia menyadari betul, duel melawan Persik jarang sekali berjalan mulus. Menurutnya, tim asal Kediri itu punya kemampuan untuk menciptakan dinamika pertandingan yang alot, bahkan penuh drama.
“Persik Kediri tim yang sering menyulitkan PSM, ada drama,” ujar Amiruddin, Rabu (22/4) di Gelora BJ Habibie.
Ia melanjutkan dengan nada tegas, “Saya sudah mengingatkan pemain, yang jadi pembeda adalah mental kalian. Di masa sulit, mentalitas pemain menentukan seberapa jauh kita melangkah.”
Peringatan keras itu bukan tanpa alasan. Amiruddin masih menyesali kegagalan timnya menjaga keunggulan melawan Borneo FC di laga sebelumnya. Ada momen panik yang membuat pertahanan Juku Eja jebol di menit-menit akhir. Sebuah kesalahan yang mahal harganya.
“Setelah unggul kita lengah, kebobolan karena faktor kepanikan,” akunya.
Ia menambahkan, evaluasi sudah dilakukan. Situasi di klasemen pun makin mendesak. Jarak dengan klub-klub di zona merah semakin tipis. “Para pemain harus berusaha maksimal untuk memperlebar jarak dengan klub di bawah kita,” tegas Amiruddin.
Di sisi lain, ada angin segar dari dalam skuad. Penyerang asal Tajikistan, Sheriddin Boboev, mengembuskan optimisme. Pemain yang diandalkan sebagai pencetak gol itu meyakinkan bahwa seluruh tim siap berperang.
“Persiapan baik setelah lawan Borneo. Kami maksimalkan apa yang bisa dan berusaha dengan segalanya untuk tiga poin,” kata Boboev.
Ia juga tak lupa menyebut peran suporter. “Dukungan suporter yang luar biasa akan sangat membantu kita untuk memenangkan pertandingan besok.”
Boboev merasa pengalamannya dibutuhkan sekarang. Situasi penuh tekanan seperti ini justru jadi momen bagi pemain senior untuk tampil. “Saya punya pengalaman di situasi seperti ini, yang membuat kita jauh lebih kuat secara emosi. Kita harus mengambil peran untuk keluar dari situasi ini,” pungkasnya.
Statistik memang tak berpihak pada PSM. Mereka terpuruk di peringkat 14 dengan 28 poin dari 28 laga. Persik sedikit lebih baik, duduk di posisi 12 dengan 33 poin. Yang mencemaskan, PSM cuma selisih tipis dari jurang degradasi. Mereka hanya unggul dari empat klub di bawahnya: Persis Solo, Madura United, Semen Padang, dan PSBS Biak.
Jelas, laga besok bukan sekadar pertandingan biasa. Ini soal pertaruhan harga diri dan upaya bertahan hidup.
Artikel Terkait
Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Pengacara di Cianjur Ditangkap di Bogor
Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Hanya Tiga Bulan Melatih
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak
Makassar Wajibkan Jukir Miliki KTP Lokal, Sinergi dengan Camat dan Lurah Diperkuat