Suasana di Jalan Badak, Makassar, mendadak tegang Rabu siang itu. Massa driver ojek online mengepung sebuah penginapan, menuntut keadilan untuk rekan mereka. Seorang driver wanita, berinisial R (30), dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh seorang kustomer pria berinisial D (29).
Menurut sejumlah saksi, kerumunan itu mulai berkumpul sekitar pukul 12.40 Wita. Emosi tampak memanas. Mereka mendesak polisi yang sudah berada di lokasi untuk segera menangkap pelaku.
Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Aeromeda, mengkonfirmasi kejadian tersebut. Dia menjelaskan, anggota Resmob langsung bergerak mengamankan D dari dalam penginapan.
"Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Tri Husada.
Namun begitu, upaya pengamanan justru memicu kericuhan baru. Massa yang sudah emosional diduga melakukan perlawanan. Situasi jadi tak terkendali.
Tri Husada mengakui, dalam kerusuhan itu, mobil patroli kepolisian mengalami kerusakan. "Iya, pada saat kita mengamankan terlapor, diduga teman-teman ojol ini terbawa emosi, jadi tidak sengaja merusak mobil patroli," ungkapnya.
Di sisi lain, aksi massa ini ternyata berangkat dari kekhawatiran yang mendalam. Para driver ojol merasa was-was, takut kasus penganiayaan terhadap rekan mereka ini akan tenggelam begitu saja tanpa proses hukum.
Padahal, menurut Kapolsek, penyelidikan justru sedang berjalan. "Kasus ini sedang diselidiki," tegas Tri Husada, berusaha meredam ketegangan yang sempat memuncak di lokasi kejadian.
Artikel Terkait
Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, Pyongyang Tegaskan Tak Akan Tinggalkan Status Nuklir
Portugal Kalahkan Chile 2-1 dalam Laga Uji Coba, Guedes dan Fernandes Jadi Pahlawan
“Pulau Sampah” Muncul di Muara Angke, 8,8 Ton Sampah Berhasil Diangkut dalam Empat Hari
Mantan Preman Terminal Semarang Kini Jadi Perwira Kopassus, Letkol Untung Pranoto Buktikan Hidup Bisa Berubah