Guru Dikeroyok Siswa, Ucapan Kasar Jadi Pemicu Awal
Sebuah video yang memicu kemarahan beredar luas. Rekaman itu menunjukkan seorang guru dikeroyok oleh sejumlah siswa, tepat di lingkungan sekolah. Peristiwa memilukan ini terjadi di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi. Dan pemicunya, kata-kata kasar.
Guru dalam video itu bernama Agus Saputra. Untuk memberikan klarifikasi atas insiden yang menimpanya, ia mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Banyak tudingan miring yang beredar bersamaan dengan video viral tersebut. Mulai dari isu penghinaan terhadap siswa kurang mampu, hingga kabar bahwa Agus membawa senjata tajam ke sekolah.
Namun begitu, cerita dari sudut pandang sang guru ternyata berbeda.
Suara Sang Guru
Menurut Agus, semua berawal dari sebuah panggilan yang tak pantas. "Awalnya saya dipanggil dengan kata-kata kasar oleh siswa," ujarnya.
Ia mendatangi sumber suara itu. Dan sebagai bentuk pembelajaran begitu katanya Agus memberikan satu tamparan kepada siswa yang dianggap menantangnya. "Saya datangi, lalu saya tampar sebagai bentuk pembelajaran," jelasnya.
Lalu, bagaimana dengan celurit yang terlihat dalam video? Agus membantah keras narasi bahwa itu adalah senjata tajam untuk melukai. Ia menjelaskan, alat itu adalah peralatan pertanian milik sekolah, mengingat SMK-nya memiliki jurusan terkait.
"Saya bawa alat itu agar mereka bubar. Tak ada niatan lain," tegas Agus. Menurutnya, ia hanya ingin membubarkan massa siswa yang sudah emosional, sebagai upaya pertahanan diri.
Soal tudingan menghina kondisi ekonomi siswa? Agus juga membantah. Ia bilang, konteks pembicaraannya saat itu adalah motivasi umum. Tujuannya mendorong semua siswa mematuhi aturan sekolah, bukan mengejek individu tertentu.
"Tak ada niat mau mengejek atau menghina. Konteksnya mendorong siswa mematuhi aturan, sebagai motivasi umum, tidak spesifik ke individu siswa," jelasnya.
Kronologi yang Berujung Ricuh
Semua terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026. Saat berjalan di area sekolah, Agus mendengar ucapan kasar yang ia anggap melecehkan. Ia pun menghampiri kelas tempat suara itu berasal.
Saat seorang siswa mengaku dengan gestur yang kurang ajar, Agus mengaku refleks. "Itu refleks, satu kali tamparan. Itu awal kejadiannya," kenangnya.
Tamparan itulah yang memicu keributan. "Di situ saya dikeroyok. Videonya viral. Banyak siswa mulai dari kelas 1, 2 dan 3," ujar Agus.
Meski mengalami peristiwa traumatis itu, Agus menyatakan tidak berniat melaporkan siswa-siswanya ke pihak kepolisian. Pertimbangannya adalah masa depan anak-anak didiknya sendiri.
"Saya merinding kalau harus melapor ke polisi. Mereka ini anak didik saya, masih sekolah dan secara psikologis butuh bimbingan," tuturnya.
Kisahnya meninggalkan banyak pertanyaan. Tentang batas kedisiplinan, esensi pendidikan, dan hubungan yang retak antara guru dan murid di sebuah sekolah di Jambi.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor