Di tengah situasi mencekam itu, Raphinha muncul sebagai pahlawan. Winger asal Brasil itu mencetak gol penentu yang mengubah peta pertandingan. Gol yang menunjukkan mentalitasnya di momen besar.
Sepanjang laga, kepercayaan dirinya nyata. Ia jadi momok bagi bek-bek Madrid, terus mengancam dan akhirnya memberikan pukulan telak.
"Saya sangat bangga dengan karakter yang ditunjukkan tim. Ini laga penuh tekanan, tapi mereka bermain seperti juara," ujar Hansi Flick, pelatih Barcelona, usai pertandingan.
"Soal Raphinha? Mentalitasnya seperti monster. Dia tak kenal menyerah meski ditekan habis-habisan. Pemain dengan semangat seperti itu sangat berharga."
Unggul 3-2, Barcelona bermain lebih cerdas. Mereka menunjukkan kedewasaan dengan mengatur ritme, menguasai bola, dan meredam setiap usaha Madrid untuk bangkit. Pertahanan Blaugrana tampil solid dan disiplin di menit-menit krusial.
Madrid tentu saja mencoba. Mereka menekan di akhir laga, mencari celah. Tapi sulit. Upaya mereka mentah di depan pertahanan Barcelona yang tertata rapi.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Kemenangan untuk Barcelona! Para pemain langsung merayakannya di atas rumput hijau Jeddah, melepas semua ketegangan yang menggunung.
Trofi Piala Super Spanyol ini jelas jadi tambahan yang penting. Lebih dari itu, kemenangan atas rival abadi di partai final mengirimkan pesan yang jelas: Barcelona di bawah Flick sedang bangkit dan siap bersaing merebut gelar-gelar lain musim ini.
Artikel Terkait
Ngeri! Bocah 9 Tahun Terseret Motor Saat Berusaha Halau Maling di Medan
Polisi Kabur Usai Tabrak Motor, Dikejar Massa hingga Terjepit Macet
Polisi Deli Serdang Dibekuk Usai Gasak Motor Rekan Saat Salat
Petugas Kemenhub Bantah Pungli, Video Tuduhan ke Relawan Bantuan Aceh Jadi Sorotan