Di tengah situasi mencekam itu, Raphinha muncul sebagai pahlawan. Winger asal Brasil itu mencetak gol penentu yang mengubah peta pertandingan. Gol yang menunjukkan mentalitasnya di momen besar.
Sepanjang laga, kepercayaan dirinya nyata. Ia jadi momok bagi bek-bek Madrid, terus mengancam dan akhirnya memberikan pukulan telak.
"Saya sangat bangga dengan karakter yang ditunjukkan tim. Ini laga penuh tekanan, tapi mereka bermain seperti juara," ujar Hansi Flick, pelatih Barcelona, usai pertandingan.
"Soal Raphinha? Mentalitasnya seperti monster. Dia tak kenal menyerah meski ditekan habis-habisan. Pemain dengan semangat seperti itu sangat berharga."
Unggul 3-2, Barcelona bermain lebih cerdas. Mereka menunjukkan kedewasaan dengan mengatur ritme, menguasai bola, dan meredam setiap usaha Madrid untuk bangkit. Pertahanan Blaugrana tampil solid dan disiplin di menit-menit krusial.
Madrid tentu saja mencoba. Mereka menekan di akhir laga, mencari celah. Tapi sulit. Upaya mereka mentah di depan pertahanan Barcelona yang tertata rapi.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Kemenangan untuk Barcelona! Para pemain langsung merayakannya di atas rumput hijau Jeddah, melepas semua ketegangan yang menggunung.
Trofi Piala Super Spanyol ini jelas jadi tambahan yang penting. Lebih dari itu, kemenangan atas rival abadi di partai final mengirimkan pesan yang jelas: Barcelona di bawah Flick sedang bangkit dan siap bersaing merebut gelar-gelar lain musim ini.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor