Nah, pencuri ini rupanya nekat. Di momen Tahun Baru, dia balik lagi ke rumah yang sama karena brankasnya belum kebongkar juga. Kali ini, ada ART di dalam. Saat ketahuan, pelaku terpeleset waktu mau kabur. Si ART pun langsung cari pertolongan.
Kabarnya, pelaku bawa senjata api. Warga jadi segan. Tapi belakangan ketahuan, pistol itu cuma pistol mainan jenis gas. "Tidak lama kemudian, pasukan Brimob langsung datang," pungkas Dede.
Keraguan yang Muncul dari Pakar
Di sisi lain, psikolog forensik Reza Indragiri punya pandangan lain. Ia menilai polisi terlalu cepat menyimpulkan. Menurutnya, belum ada bukti pendukung yang kuat yang menghubungkan HA dengan adegan pembunuhan yang brutal itu.
"Faktanya, tidak ada foto atau sketsa wajah pelaku pembunuhan untuk dibandingkan dengan wajah pelaku pencurian, baik dari rekaman CCTV maupun deskripsi saksi,"
kata Reza.
Belum lagi soal sidik jari. Sampai sekarang, kata Reza, belum ada informasi kecocokan sidik jari HA dengan yang ditemukan di TKP pembunuhan.
Yang bikin dia heran, motifnya kok beda jauh. Di rumah Maman Suherman, pelaku membunuh tapi tidak mencuri. Sementara di rumah Roisyudin, dia cuma mencuri. "Berarti pelaku yang sama punya dua motif berbeda saat menyatroni dua rumah?" tanya Reza. "Atau, jangan-jangan pelaku pencurian bukanlah pelaku pembunuhan?"
Ada lagi. Pembunuhan terhadap MAHM itu sangat kejam. Biasanya, pelaku kejahatan brutal seperti itu akan cenderung bersembunyi, ketakutan. Bukan malah aktif mencuri dua pekan kemudian. "Menjadi mencengangkan," ucapnya.
Reza juga mengingatkan soal risiko pengakuan palsu karena tekanan. "Kemungkinan coerced false confession terbuka lebar," tegasnya. Ia mendesak polisi untuk mengedepankan pembuktian ilmiah.
"Polisi harus memiliki minimal dua alat bukti yang sah agar kasus ini benar-benar terungkap sesuai fakta dan ketentuan hukum,"
tambahnya.
Jadi, meski satu tersangka sudah diamankan, jalan menuju keadilan sepertinya masih panjang. Pertanyaan-pertanyaan kritis ini menunggu jawaban yang lebih konkret.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Bantah Isu Telat Gaji, Ungkap Penyebab Gaji ASN Jabar Menyusut
Video Mesum di RSUD Kudus Terkuak, Pelaku Ketua LBH dan Perawat Dibebastugaskan
Misteri Dentuman dan Cahaya Merah Menggantung di Langit Cianjur
Dedi Mulyadi Tegaskan Tarif Pajak Kendaraan Tak Naik di 2026