Skandal Beruntun di Pertamina: KPK Buru Bos hingga Mantan Putri Indonesia

- Rabu, 07 Januari 2026 | 06:50 WIB
Skandal Beruntun di Pertamina: KPK Buru Bos hingga Mantan Putri Indonesia

Pertamina Milik Rakyat, Bukan Penyamun

PERTAMINA DAN WAJAH KORUPSI YANG TERUS BERULANG. Kita saatnya baiknya membersihkan “Sarang Penyamun” dari Jantung Energi kita Ini

Lagi-lagi Pertamina jadi buah bibir. Kenapa sih perusahaan plat merah ini selalu jadi bancakan?

Baru-baru ini, skema dugaan korupsi kembali menyeret sejumlah nama besar. Ada Riva Siahaan (CEO Pertamina Patra Niaga), Yoki Firnandi (CEO Pertamina International Shipping), dan Sani Dinar Saifuddin (Direktur Kilang Pertamina Internasional). Intinya, mereka dituding main wewenang. Misalnya, dengan memprioritaskan impor minyak mentah dan menggelembungkan biaya transportasi. Struktur pengadaan pun dikabarkan dimanfaatkan buat keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.

Yang bikin publik makin gerah, muncul juga dugaan praktik pengoplosan bahan bakar. RON 90 dan RON 92 dicampur, lalu dijual dengan label dan harga yang berbeda. Meski Pertamina membantah, Kejagung terus bergerak. Bukti-bukti dikumpulkan, dan pemeriksaan merambah ke pejabat Kementerian ESDM hingga mitra swasta.

Reaksi masyarakat pun keras. Desakan untuk reformasi total di tubuh Pertamina kian nyaring. Beberapa tokoh, termasuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ikut dimintai keterangan sebagai saksi.

Kasus ini jelas jadi preseden penting. Ia menyangkut transparansi dan akuntabilitas di sektor energi nasional. Ada beberapa pola yang mencolok: memprioritaskan impor ketimbang produksi dalam negeri, mark-up biaya pengangkutan 13–15%, dan tentu saja, praktik pengoplosan bahan bakar subsidi. Semua ini, ujung-ujungnya, merugikan konsumen dan membebani subsidi negara.

Jaringannya ternyata makin melebar. Nama Asyifa Latief pun muncul ke permukaan.

“Asyifa diduga menerima aliran dana sebesar Rp185 juta dari salah satu tersangka utama, Gading Ramadhan Joedo,” ungkap sumber di Kejagung.

Asyifa Syafningdyah Putrambami Latief, mantan Miss Indonesia 2010, diperiksa pada 2 Mei 2025. Saat kasus terjadi, ia menjabat sebagai Senior Officer External Communication Media di PT Pertamina International Shipping (PIS). Penyidik kini menelusuri alur dana dan kaitannya dengan jaringan komunikasi publik PIS.

Di sisi lain, ada juga nama Muhamad Kerry Adrianto Riza, anak pengusaha minyak Riza Chalid. Kerry diduga terlibat dalam pengaturan sewa tiga kapal. Sang ayah, Riza Chalid, yang merupakan beneficial owner PT Tangki Merak dan PT Orbit Terminal Merak, malah sudah kabur ke luar negeri dan kini berstatus buron.

Belum reda, KPK kembali menahan Chrisna Damayanto alias CD, Direktur Pengolahan PT Pertamina, awal tahun ini.

“Ditahan sejak tanggal 5 hingga 24 Januari 2026,” ucap Pelaksana harian Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto, di gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.

Kasusnya terkait dugaan gratifikasi dalam pengadaan katalis. Sungguh, satu belum selesai, yang lain sudah mengantre.


Halaman:

Komentar