Gunungan sampah masih jadi pemandangan yang tak sedap di sejumlah sudut Kota Tangerang Selatan. Rupanya, masalah ini belum juga menemui titik terang. Status darurat sampah yang semestinya berakhir Senin lalu, terpaksa diperpanjang lagi. Tak tanggung-tanggung, tambahannya dua minggu penuh.
Perpanjangan ini bukan tanpa alasan. Menurut Tubagus Asep Nurdin, Kepala Diskominfo Tangsel, keputusan diambil setelah mereka mengevaluasi hasil kerja selama status darurat tahap pertama. “Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memperpanjang status tanggap darurat pengelolaan sampah,” ujarnya pada Rabu (7/1).
Perhitungannya mulai berlaku sejak 6 Januari.
Dari pantauan di lapangan, ternyata masih banyak titik-titik penumpukan yang mengganggu. Makanya, status darurat ini dipanjangkan. Tujuannya jelas: memberi waktu ekstra untuk membersihkan semuanya sampai tuntas.
“Setelah hasil evaluasi menunjukkan masih adanya tumpukan sampah di sejumlah titik,” jelas Tubagus, “serta perlunya penanganan ekstra agar pengangkutan dan pembersihan berjalan optimal.”
Harapannya sih sederhana. Dengan waktu tambahan ini, pelayanan kebersihan bisa lebih maksimal dan kondisi kota pelan-palan kembali normal. “Perpanjangan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kebersihan tetap maksimal dan kondisi kota kembali normal sepenuhnya,” tuturnya.
Di sisi lain, Essa Nugraha selaku Sekretaris BPBD Tangsel memberikan penjelasan terpisah. Menurutnya, selama dua minggu ke depan, Satgas Tanggap Darurat Sampah akan fokus membereskan tumpukan di wilayah-wilayah yang masih bermasalah.
“(Rekomendasi diperpanjang) 14 hari,” pungkas Essa.
Rencana penanganannya akan difokuskan pada dua hal. Pertama, optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah yang masih menggunung. Kedua, mereka akan lebih gencar menegakkan aturan terkait perilaku buang sampah. Semoga saja langkah ini membawa hasil.
Artikel Terkait
Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Selatan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Aceh dan Sumut
Kematian Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko
LPDP Perketat Pengawasan, 600 Penerima Beasiswa Diselidiki atas Dugaan Pelanggaran